Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejumlah Rumah di Sulsel Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Sejumlah Rumah di Sulsel Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Ilustrasi pemadaman kebakaran. (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

SOPPENG – Enam rumah di Desa Kessing, Donri-Donri, Soppeng, Sulawesi Selatan, habis terbakar pada Sabtu 21 Desember 2019 sore. Kebakaran diduga akibat hubungan listrik arus pendek atau korsleting.

Enam mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang melalap rumah-rumah itu. Meski hujan turun, api tetap berkobar besar.

Baca juga: Belasan Rumah Di Bandung Terbakar, 31 KK Terdampak 

Menurut saksi mata, kobaran api diduga berawal dari korsleting di sebuah rumah kosong. Percikan api menyambar rumah di sekitarnya sehingga membuat warga panik.

Api baru dapat dipadamkan menjelang magrib. Enam rumah tersebut kini rata dengan tanah.

Lokasi kebakaran sudah dipasangi garis polisi agar masyarakat tidak memasuki lokasi yang masih berbahaya itu.

Usai melakukan olah tempat kejadian perkara, polisi memperkirakan kerugian akibat kejadian ini mencapai Rp580 juta.

Baca juga: Puluhan Rumah dan Kios di Pasar Cidu Makassar Hangus Terbakar 

"Menurut keterangan warga, penyebabnya adalah hubungan arus pendek di rumah tidak berpenghuni, lalu menyebar dan terjadi kebakaran besar sekitar pukul 16.00 WITA. Setelah koordinasi dengan pemadam kebakaran, kerugian diperkirakan mencapai Rp580 juta," ujar Kapolsek Donri-Donri Iptu Masudi, Minggu (22/12/2019), mengutip dari iNews.id.

Kini masyarakat yang terdampak kebakaran harus mengungsi ke rumah saudara atau tetangga. Mereka kini mengharapkan bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumahnya.

(Hantoro)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement