nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aktivis Anti-Putin 'Diculik' Militer Rusia dengan Alasan Wajib Militer

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 26 Desember 2019 10:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 26 18 2146126 aktivis-anti-putin-diculik-militer-rusia-dengan-alasan-wajib-militer-AW3hOsZXy7.jpg Ruslan Shaveddinov. (Foto @Shaveddinov)

MOSKOW - Seorang aktivis anti Presiden Rusia Vladimir Putin "diculik" oleh tentara dari rumahnya pada Senin 23 Desember dan dibawa ke kepulauan Novaya Zemlya yang terpencil

Ruslan Shaveddinov dibawa setelah pengadilan di Moskow menolak banding yang dibuat oleh Shaveddinov terhadap wajib militernya dengan alasan medis.

Organisasi antikorupsi Rusia (FBK) melaprokan hilangnya Shaveddinov usai teleponnya tidak bisa dihubungi.

Shaveddinov bekerja sebagai manajer proyek di Yayasan Anti-Korupsi (FBK) Navalny ketika dia ditangkap.

Baca juga: Putin Menolak Jawab Pertanyaan Mengenai Identitas Dua Putrinya

Pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny mengutip BBC, Kamis (26/12/2019) mengutuk wajib militer salah satu sekutunya untuk bertugas di pangkalan militer di Kutub Utara.

Foto/Reuters

Layanan militer 12 bulan adalah wajib untuk semua pria Rusia berusia 18 hingga 27 tahun, tetapi ada pengecualian berdasarkan alasan medis atau lainnya.

Menurut Navalny, lelaki yang hilang itu berhasil meminjam telepon pada Rabu dan menghubunguinya untuk mengatakan bahwa ia telah dibawa ke pangkalan Resimen Rudal Anti-Pesawat ke-33, yang markas besarnya berada di Rogachovo, Novaya Zemlya.

Dia mengatakan dia berada di bawah pengawasan terus-menerus, dengan seorang pria ditugaskan untuk mengawasinya termasuk ke toilet.

Teleponnya sendiri disita, kata Navalny, meskipun wajib militer diizinkan memiliki telepon selama itu tapi tidak terhubung internet.

Shaveddinov diizinkan berjalan bebas di barak, tetapi suhu di sana minus 27 C.

Menurut Navalny, pengacara untuk aktivis akan menantang wajib militernya, mengatakan dia telah diculik dan ditahan secara ilegal.

Mengutuk perlakuan sekutunya, Navalny bersikeras Shaveddinov memiliki penyakit yang didokumentasikan yang bisa membebaskannya dari wajib militer.

Kolonel Maxim Loktev, wakil komisaris militer untuk Moskow, mengatakan kepada kantor berita Rusia Itar-Tass bahwa aktivis telah lama menghindari dinas militer.

Siapakah Ruslan Shaveddinov?

Selain mengelola proyek, ia adalah presenter di saluran YouTube Live Navalny.

Dia bekerja sebagai sekretaris pers untuk staf pemilihan Navalny ketika pemimpin oposisi mencoba untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada pemilihan tahun lalu, ketika Vladimir Putin terpilih kembali.

Navalny, tokoh oposisi paling terkemuka di Rusia, telah melancarkan kampanye selama lebih dari satu dekade melawan korupsi dan merupakan kritik tajam terhadap pemerintahan Putin.

FBK dinyatakan sebagai "agen asing" oleh kementerian kehakiman Rusia pada bulan Oktober, menjadikannya lebih banyak diperiksa oleh pihak berwenang.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini