JAKARTA - Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, jika DPP PDIP salah memilih sosok cawalkot Solo untuk Pilkada 2020, maka potensi perpecahan di internal partai berlambang banteng moncong putih cukup besar.
Kini hanya ada dua kader PDIP yang sedang memperebutkan restu Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk dicalonkan sebagai cawalkot Solo, yaitu Gibran Rakabuming Raka dan Achmad Purnomo.
"PDIP di Solo kemungkinan bisa terpecah, dan saya melihat ada potensi tersebut, apalagi kader grassroot PDIP di Solo bukan tidak mungkin bakal melawan," kata Pangi kepada Okezone, Jumat (27/12/2019).
Ia menjelaskan, konflik itu pernah menimpa PDIP saat menggelar penjaringan calon gubernur DKI Jakarta Pilkada 2017 lalu. Kala itu Boy Sadikin secara mendadak mengumumkan diri mundur sebagai kader PDIP, setelah DPP mengeluarkan surat rekomendasi kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kita juga pernah melihat pengalaman kasus PDIP di Jakarta, di mana pengurus PDIP di Jakarta menginginkan agar Boy menjadi cagub yang direkomendasikan DPP sementara DPP PDIP memutuskan Ahok direkomendasikan menjadi calon Gubernur DKI," katanya.
Menurut dia, kasus serupa berpotensi terulang jika jajaran DPP PDIP salah memilih cawalkot yang tidak seusai dengan harapan pengurus DPC PDIP Solo serta masyarakat di sana.
"Apalagi kalau kader atau pengurus akar rumput di Solo lebih senang dan mencintai Purnomo ketimbang Gibran, karena dianggap jelas berkontribusi dan dalam membesarkan PDIP di Solo, ketimbang Gibran," ujar dia.
Ia menilai, pemilihan calon kepala daerah yang dilakukan oleh DPP PDIP harus memperhatikan banyak aspek. "Jangan sampai salah memberikan rekomendasi, bagaimana DPP menghargai dan menghormati sistem kaderisasi, bukan hanya memilih calon kepala daerah hanya semata-mata karena soal popularitas," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat memastikan seluruh kader di Solo tetap solid bergerak memenangkan siapa saja cawalkot yang dipilih oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri nanti. Sebab, dinamika politik seperti itu sudah sering terjadi di dalam partainya.
"Itu hanya dinamika politik, biasa saja. Dinamika di mana-mana biasa. Kami tetap utuh. Mereka tetap solid," kata Djarot kepada Okezone, kemarin.
(Qur'anul Hidayat)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.