nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rusia Klaim Telah Kerahkan Rudal Hipersonik Berkapabilitas Nuklir Pertamanya

Rahman Asmardika, Jurnalis · Sabtu 28 Desember 2019 13:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 12 28 18 2146889 rusia-klaim-telah-kerahkan-rudal-hipersonik-berkapabilitas-nuklir-pertamanya-DwsBKgX6Yp.jpg Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu. (Foto: Reuters)

MOSKOW – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa militernya telah mengerahkan resimen pertama rudal hipersonik berkapabilitas nuklir. Presiden Vladimir Putin mengatakan bahwa langkah tersebut mendorong negaranya ke tingkat yang berbeda dengan yang lainnya.

Berdasarkan pernyataan dari kementerian yang dilansir Reuters, Sabtu (28/12/2019), penempatan rudal-rudal tersebut telah disampaikan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu kepada Presiden Putin. Namun, sejauh ini tidak diungkap di mana resimen rudal mutakhir itu berada.

BACA JUGA: Sukses Diuji Coba, Putin Klaim Rudal Hipersonik Rusia "Tak Bisa Dihentikan"

Sistem rudal baru yang disebut Avangard itu terdiri dari kendaraan meluncur hipersonik yang dirancang untuk duduk di atas sebuah rudal balistik antarbenua. Avangard adalah salah satu dari beberapa jenis senjata baru yang disebut-sebut Putin sebagai pelopor di waktunya.

Putin mengatakan generasi baru senjata nuklir Rusia dapat mengenai hampir semua titik di dunia dan menghindari perisai rudal buatan Amerika Serikat (AS). Beberapa pakar Barat mempertanyakan seberapa maju beberapa program senjata tersebut.

Rusia mengatakan bahwa pada 26 November pakar AS telah memeriksa Avangard di bawah aturan inspeksi perjanjian New START 2010. Pejabat Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi bahwa inspektur memeriksa Avangard, tetapi tidak memiliki komentar lebih lanjut.

Pada Selasa Putin mengatakan bahwa sistem Avangard dapat menembus sistem pertahanan rudal yang ada dan yang akan datang.

“Hari ini, kami memiliki situasi unik dalam sejarah kami yang baru dan yang terjadi beberapa waktu ini. Mereka (negara lain) berusaha mengejar ketinggalan kita. Tidak ada satu negara pun yang memiliki senjata hipersonik, apalagi senjata hipersonik rentang benua,” kata Putin.

BACA JUGA: Jenderal AS Sebut Rudal Hipersonik Rusia Bisa Hantam Amerika dalam Waktu 15 Menit

Menurut peneliti, Kendaraan meluncur hipersonik didorong pada roket ke ketinggian antara 40 km dan 100 km sebelum melepaskan diri untuk meluncur di sepanjang atmosfer atas menuju targetnya.

Kontrol permukaan pada kendaraan luncur berarti mereka dapat mengarahkan arah dan manuver yang tidak terduga saat mereka mendekati target. Rudal-rudal tersebut juga mengikuti lintasan yang jauh lebih datar dan lebih rendah daripada lintasan tinggi dari rudal balistik yang membuatnya jauh lebih sulit untuk dideteksi sejak dini dengan radar dan memberikan pertahanan rudal lebih sedikit waktu untuk merespons.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini