Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sepanjang 2019, Bengkulu Diguncang 787 Kali Gempa

Demon Fajri , Jurnalis-Sabtu, 28 Desember 2019 |14:31 WIB
Sepanjang 2019, Bengkulu Diguncang 787 Kali Gempa
ilustrasi
A
A
A

BENGKULU - Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Stasiun Geofisika Kepahiang Provinsi Bengkulu, menghitung sepanjang 2019 telah terjadi 787 kali gempa bumi di Bengkulu.

Rinciannya, 11 kali gempa bersumber dari patahan lokal atau gempa darat dan 776 kali gempa bersumber dari subduksi atau dari laut. Ratusan gempa itu terhitung sejak Selasa 1 Januari 2019 hingga Sabtu 28 Desember 2019, pukul 12.16 WIB.

Ilustrasi

Ratusan gempa yang melanda provinsi yang dihuni 1,9 jiwa ini dengan rentang magnitudo 2,0 hingga 5,6. Dari ratusan getaran gempa tersebut, yang dirasakan masyarakat sebanyak 23 kali.

Dari puluhan gempa yang dirasakan, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Ahli Muda, BMKG Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Sabar Ardiansyah mengatakan yang paling signifikan gempa dirasakan magnitudo 5,6 di Kabupaten Mukomuko.

Gempa itu terjadi pada Senin 16 Desember 2019, sekira pukul 21.49 WIB. Episenter gempa terletak di titik koordinat 3.09 Lintang Selatan (LS) dan 100.81 Bujur Timur (BT). Tepatnya, berlokasi di laut pada jarak 53 kilometer (Km), arah Barat Daya, Kota Mukumuko, Bengkulu, di kedalaman 54 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi. Selain itu, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa di Mukomuko, pada Senin 16 Desember 2019, terang Sabar, dirasakan di daerah Mukomuko, Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Painan, Sumbar, III-IV MMI, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Kerinci, Jambi, Padang Panjang, Sumbar, III MMI.

Baca Juga : Viral Video Pria Curi Uang dari Mobil Penyedot Tinja

Baca Juga : Kapolri Minta Penyidikan Kasus Penyiraman Novel Baswedan Dilakukan Transparan

"Sepanjang tahun 2019, di Bengkulu terjadi 787 kali gempa. Yang paling signifikan gempa dirasakan M= 5,6 di kabupaten Mukomuko provinsi Bengkulu, pada Senin 16 Desember 2019," kata Sabar, Sabtu (28/12/2019).

Ratusan gempa yang melanda, kata Sabar, berpusat di sejumlah daerah. Mulai dari Kabupaten Kaur, Bengkulu Selatan, Seluma, Bengkulu Tengah, Bengkulu Utara, Mukomuko, Lebong, Kepahiang, Rejang Lebong dan Kota Bengkulu.

Rincian gempa yang mengguncang 10 kabupaten/kota di Bengkulu itu, pada Januari sebanyak 105 kali gempa, Februari 96 kali, Maret 63 kali, April 61, Mei 48 kali, Juni 16 kali.

Lalu, pada Juli terjadi 56 kali gempa, Agustus 78 kali, September sebanyak 62 kali, Oktober 76 kali, November 68 kali, dan Desember 51 kali gempa.

Ilustrasi Shutterstock

Gempa di Bengkulu, sambungnya, disebabkan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia, yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia dan terjadi deformasi batuan hingga memicu terjadinya gempa.

Lalu, ada pula gempa yang disebabkan patahan lokal Sumatera yakni patahan Musi (Segmen Musi) yang terletak di Kabupaten Kepahiang, patahan Manna (Segmen Manna) yang terletak di Kabupaten Bengkulu Selatan, dan patahan Ketahun (Segmen Ketahun).

Karakteristik gempa bumi darat, sampai Sabar, biasa terjadi dengan kekuatan lebih kecil dibandingkan gempa bumi di laut.

"Gempa paling banyak disebabkan lempeng subduksi di laut. Untuk yang di darat hanya sedikit," sampai Sabar.

Pelepasan energi gempa di kawasan Bengkulu tergolong normal. Selain itu, lempeng di Bengkulu terus bergerak dan melepaskan energi dalam bentuk gempa-gempa kecil sehingga tidak menyimpan energi signifikan yang dapat membuat rasa waswas masyarakat.

"Tidak ada gempa yang berdampak kerusakan cukup parah. Namun, kita harus tetap selalu waspada karena pada prinsipnya kejadian gempa benar-benar belum bisa diprediksi kapan akan terjadi," tuturnya.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement