Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Rumah Rabi Yahudi di New York Diserang, 5 Orang Terluka

Salman Mardira , Jurnalis-Minggu, 29 Desember 2019 |15:24 WIB
Rumah Rabi Yahudi di New York Diserang, 5 Orang Terluka
ilustrasi (Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA – Seorang penyusup menyerang festival penahbisan bait Tuhan kaum Yahudi atau Hanukkah di rumah seorang rabi atau pendeta Yahudi di Monsey, bagian utara New York, Amerika Serikat. Lima orang terluka dalam peristiwa itu, dua di antaranya kritis.

Dewan Urusan Publik Yahudi Ortodoks (OJPAC) melaporkan, penikaman itu terjadi, Sabtu 28 Desember 2019 malam sekira pukul 21.50 waktu setempat. Semua korban yang merupakan anggota Hasid Yahudi sudah dibawa ke rumah sakit.

“Tersangka telah ditahan,” kata Kepolisian Ramapo dalam sebuah pernyataan di Facebook.

Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan, serangan mengerikan tersebut sebagai "tindakan tercela dan pengecut." Ia sudah mengerahkan satuan tugas kepolisian negara bagian untuk menyelidiki kasus itu.

"Kami tidak memberikan toleransi untuk anti-semitisme di New York, dan kami akan meminta penyerang bertanggung jawab sepenuhnya," kata Cuomo seperti dilansir dari AFP.

 Ilustrasi

Ilustrasi

CBS New York melaporkan bahwa seorang pria membawa parang pergi ke rumah milik seorang rabbi Yahudi di Monsey --sebuah wilayah dengan populasi Yahudi yang besar-- lalu menikam sedikitnya tiga orang sebelum melarikan diri.

"Saya berdoa untuk hidup saya," kata seorang saksi Aron Kohn (65) kepada New York Times. Menurutnya pisau yang digunakan oleh penyerang seukuran sapu terbang.

Yossi Gestetner, pendiri OJPAC wilayah Lembah Hudson mengatakan, salah satu korban adalah putra rabi Yahudi. Di rumah itu, kata dia, ada banyak orang sedang merayakan Hanukkah.

Presiden Israel Reuven “Ruvi” Rivlin mengaku terkejut dan marah mendengar serangan itu.

"Munculnya anti-Semitisme bukan hanya masalah Yahudi, dan tentu saja bukan hanya masalah negara Israel," katanya dalam sebuah pernyataan di Israel.

"Kita harus bekerja sama untuk menghadapi kejahatan ini, yang mengangkat kepalanya lagi dan merupakan ancaman nyata di seluruh dunia."

Polisi di AS telah berjuang melawan serangan terhadap target Yahudi dalam beberapa tahun terakhir.

Enam orang, termasuk dua tersangka, tewas dalam penembakan di Jersey City di sebuah toko halal awal bulan ini, yang menurut pihak berwenang sebagian didorong oleh anti-Semitisme.

(Salman Mardira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement