nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tukang Parkir Setubuhi Siswi SMP di Toilet Umum dan Shelter KAI hingga Hamil

Syaiful Islam, Jurnalis · Minggu 29 Desember 2019 23:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 12 29 519 2147199 tukang-parkir-setubuhi-siswi-smp-di-toilet-umum-dan-shelter-kai-hingga-hamil-yxwQbecWPl.jpg Ilustrasi

SURABAYA - Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, Jatim meringkus seorang tukang parkir, Anto (33) warga asal Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. Pasalnya pria yang tidak lulus SD ini nekat menyetubuhi siswi SMP, SH (16).

Akibat terlibat kasus persetubuhan tersebut, tersangka dipastikan tidak bisa merayakan malam tahun baru di jalanan. Sebab tersangka harus meringkuk dibalik jeruji besi mapolrestabes Surabaya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yeni, menyatakan tersangka menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Pertama kali tersangka menyetubuhi korban di toilet umum yang berada di kampung Ngagel Surabaya pada awal Agustus 2019.

"Kemudian yang kedua, tersangka menyetubuhi korban di Shelter milik KAI Jalan Raya Ngagel pada tertengah Agustus 2019. Akibatnya kini korban hamil 5 bulan," terang Ruth, Minggu (27/12/2019).

Ilustrasi

Menurut Ruth, sebelum menyetubuhi korban, tersangka terlebih dulu merayu korban dan memberikan sejumlah uang. Setelah itu memaksa korban untuk melakukan hubungan suami istri.

Tersangka tidak segan-segan mengancam korban bila sampai melaporkan perbuatannya. Terungkapnya kasus persetubuhan ini berawal dari kecurigaan orang tua korban yang melihat ada perubahan pada tubuh anaknya, terutama bagian perut yang agak membesar.

Setelah ditanya oleh orang tuanya, korban akhirnya mengaku telah disetubuhi tersangka. Mendengar pengakuan korban, orang tuanya langsung melaporkan kasus tersebut ke polisi. Lalu polisi mengumpulkan bukti-bukti, termasuk hasil visum.

"Tersangka sudah ditangkap. Kami akan menjerat tersangka dengan pasal 81 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang Undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," tandas Ruth.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini