Seorang Pasien Terbakar Hidup-Hidup Saat Jalani Operasi Kanker

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 31 Desember 2019 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 31 18 2147667 seorang-pasien-terbakar-hidup-hidup-saat-jalani-operasi-kanker-7ldXkUIkiu.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

BUCHAREST - Seorang pasien rumah sakit telah meninggal setelah terbakar selama menjalani operasi di Rumania.

Ahli bedah di Rumah Sakit Floreasca di Bucharest menggunakan desinfektan berbasis alkohol pada seorang pasien wanita berusia 66 tahun sebelum melakukan operasi untuk mengangkat kanker pankreasnya pada 22 Desember 2019. Tetapi mereka kemudian menggunakan pisau bedah listrik yang, ketika bersentuhan dengan alkohol, membakar tubuh wanita itu di atas meja operasi.

Dia menderita luka bakar hingga 40 persen dari tubuhnya, dan meninggal di rumah sakit sepekan kemudian.

Laporan media lokal yang dilansir BBC, Selasa (31/12/2019) mengatakan bahwa polisi telah membuka penyelidikan terkait kematian perempuan itu.

Kepada media keluarga korban mengatakan bahwa mereka belum diberitahu tentang "gawatnya situasi" atau perincian tentang apa yang telah terjadi. Mereka hanya mengetahui bahwa itu adalah sebuah "kecelakaan".

"Kami menemukan beberapa detail dari pers, ketika disiarkan di stasiun TV," kata mereka sebagaimana dilansir BBC. "Kami tidak membuat tuduhan, kami hanya ingin memahami apa yang terjadi."

Menteri Kesehatan Victor Costache telah berjanji untuk menyelidiki insiden "traumatis" itu.

"Kami berharap dapat belajar dari episode yang meresahkan ini," katanya dalam sebuah pernyataan. "Baik saya mau pun tim Kementerian Kesehatan yang saya koordinasikan akan melakukan segala yang mungkin dilakukan untuk menemukan kebenaran."

Wakil menteri Horatiu Moldovan menambahkan: "Para ahli bedah harus menyadari bahwa dilarang menggunakan desinfektan berbasis alkohol selama prosedur bedah dilakukan dengan pisau bedah listrik."

Rumania menghabiskan anggaran paling sedikit untuk sistem perawatan kesehatannya dari negara-negara Uni Eropa lainnya, baik per penduduk maupun sebagai persentase dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB)-nya. Negara itu memiliki tingkat kematian anak tertinggi di Benua Eropa, bersama dengan infrastruktur rumah sakit yang terbelakang dan kekurangan staf medis.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini