Serangan Bom di Somalia Tewaskan Sedikitnya 90 Orang, Al Qaeda Klaim Bertanggungjawab

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 31 Desember 2019 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2019 12 31 18 2147780 serangan-bom-di-somalia-tewaskan-sedikitnya-90-orang-al-qaeda-klaim-bertanggungjawab-8xKIjWWCeM.jpg Foto: Reuters.

MOGADISHU - Kelompok militan Al Shabaab yang bersekutu dengan Al Qaeda, pada Senin mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom di Mogadishu yang menewaskan sedikitnya 90 orang selama akhir pekan. Sementara Pemerintah Somalia menyatakan ada campur tangan pihak asing yang membantu merencanakan serangan tersebut.

Insiden itu merupakan serangan bom paling mematikan di Somalia dalam lebih dari dua tahun terakhir. Somalia masih dalam keadaan hancur oleh hampir tiga dekade kekerasan yang dipicu oleh kelompok Islamis dan perang antar klan.

BACA JUGA: Serangan Bom Mobil di Somalia Tewaskan Puluhan Orang

Dalam sebuah pesan audio, Al Shabaab yang bersekutu dengan Al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas pengeboman di pos pemeriksaan Ex-Control yang sibuk di barat laut Mogadishu.

"Ledakan itu menargetkan konvoi pasukan Turki dan Somalia dan mereka menderita kerugian besar," Juru Bicara Al Shabaab Ali Mohamud Rage, dalam pesan yang dilansir Reuters, Selasa (31/12/2019).

Badan Intelijen dan Keamanan Nasional Somalia (NISA) dalam sebuah tweet mengatakan bahwa "sebuah negara asing merencanakan pembantaian warga Somalia di Mogadishu pada 28 Desember 2019". Namun, sejauh ini NISA tidak mengungkapkan negara mana yang dimaksud.

NISA juga mengatakan akan menggunakan bantuan dari organisasi intelijen asing yang tidak disebutkan namanya dalam penyelidikannya.

Rage menuduh Turki "mengambil semua sumber daya Somalia" dan bersumpah untuk terus menargetkan personel mereka di negara itu.

"Kami akan selalu melawan... orang Turki yang bekerja dengan pemerintah Turki yang murtad. Kami tidak menentang warga Muslim Turki yang tidak bersalah,” katanya.

Dua dari korban yang tewas adalah warga negara Turki. Sebuah tim kecil insinyur yang datang untuk membangun jalan menuju ibu kota berada di lokasi kejadian saat ledakan terjadi.

BACA JUGA: Korban Tewas Bom Truk Somalia Naik Drastis Jadi 300 Orang

Dalam beberapa tahun terakhir, Somalia telah menjadi arena persaingan militer dan diplomatik antara Turki dan Qatar di satu sisi dan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di sisi lain. Al Shabaab sering melakukan pengeboman untuk mencoba melemahkan pemerintah pusat Somalia, yang didukung oleh pasukan penjaga perdamaian PBB dan Uni Afrika.

Serangan paling mematikan yang dituduhkan kepada Al Shabaab terjadi pada 2017 ketika sebuah bom truk meledak di sebelah sebuah tanker bahan bakar di Mogadishu, menewaskan hampir 600 orang.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini