Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Korban Banjir Ciledug, Kelaparan 2 Hari dan Minum Air Hujan

Hambali , Jurnalis-Kamis, 02 Januari 2020 |21:18 WIB
Kisah Korban Banjir Ciledug, Kelaparan 2 Hari dan Minum Air Hujan
Warga Ciledug memeriksa kesehatannya di pos yang disediakan petugas (Foto : Okezone.com/Hambali)
A
A
A

TANGERANG - Banjir merata yang mengguyur wilayah Tangerang Raya kemarin, menyisakan banyak cerita keprihatinan dari para korban. Di antaranya ada yang menahan lapar hingga 2 hari 2 malam hingga terpaksa meminum air hujan guna hilangkan haus.

Sebagaimana dituturkan Yuswardi (49), warga Blok B16, Perumahan Ciledug Indah 1, Kota Tangerang. Dia sempat terjebak banjir dua hari dua malam di tempat tinggalnya sebelum berhasil dievakuasi petugas.

Ilustrasi Banjir Jakarta

Sejak banjir pertama melanda pada malam Tahun Baru 2020, Yuswardi sudah tidak bisa pergi ke mana-mana. Rumahnya dikepung banjir hampir 2 meter. Baru di malam kedua, ada petugas SAR yang datang memberi pertolongan.

Saat ditemui di Posko pengungsian, Yuswardi tampak sedang memeriksakan kesehatannya. Dia nampak menggigil, dan tengah meminta obat penghilang rasa demam kepada tim medis yang berjaga.

"Meriang sama kepala pusing, dua malam enggak makan. Minum air hujan doang. Enggak ada yang datang. Handphone semua sudah mati. Perahu baru masuk hari ini," ungkap Yuswardi di posko kesehatan RS Bhakti Asih, Kamis (2/1/2020).

Kata dia, masih banyak warga yang ada di Perumahan Ciledug Indah 1 terjebak di dalam rumah. Warga tidak tahu harus bagaimana, selain terpaksa memilih bertahan di atap rumah.

"Tim SAR enggak ada yang berani masuk waktu hari pertama kemarin. Ketinggian air ada dua meter dan arusnya deras. Untung ada ibu-ibu tetangga yang teriak-teriak minta tolong, baru terdengar sama petugas SAR," imbuhnya.

Baca Juga : Penampakan Mobil Mewah Terseret Banjir dan Nyangkut di Pohon

Baca Juga : Pemerintah Belum Tetapkan Status Banjir Jakarta sebagai Darurat Bencana Nasional

Yuswardi hanya bisa pasrah bertahan hidup sampai petugas datang. Tubuhnya merasa lemas dan gemetar disebabkan perut kosong dan pakaian yang dikenakan basah kuyup.

"Ya enggak bisa ke mana-mana, badan sudah lemas. Cuma bisa minum air hujan aja sampai 2 hari. Beruntung datang bantuan di hari kedua," ucapnya.

Hingga saat ini, banjir di Perumahan Ciledug 1 masih tinggi. Diduga sejumlah warga masih banyak yang terjebak di dalam rumah, mereka belum berhasil dievakuasi lantaran derasnya arus. Namun begitu, petugas dari berbagai instansi terus menyisir menggunakan perahu karet di titik-titik banjir terparah.

(Angkasa Yudhistira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement