nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Satu Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sangihe Ditemukan Tewas

Subhan Sabu, Jurnalis · Minggu 05 Januari 2020 20:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 05 340 2149559 satu-korban-banjir-dan-tanah-longsor-di-sangihe-ditemukan-tewas-mHbWnYoY6i.jpg (Foto: Okezone.com/Subhan Sabu)

SANGIHE - Setelah tiga hari pencarian, akhirnya satu korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor di Desa Lebo, Kecamatan Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Siren Ontak (40) merupakan satu dari tiga korban bencana tersebut. Sebelumnya sudah ditemukan korban banjir atas nama Bartolomeus Mangape (83) pada hari Jumat dan korban tertimbun tanah longsor atas nama Armando Makanangeng (18) kemarin sore.

Humas Basarnas Manado, Ferry Arianto Mengatakan, mengingat masih ada satu korban jiwa yang belum ditemukan, pencarian difokuskan di dekat rumah korban menggunakan alat berat dan manual mengingat di lokasi kejadian masih banyak tumpukan tumpukan bahan material.

"Akhirnya tim SAR gabungan berhasil menemukan pencarian korban tidak jauh dari lokasi rumahnya yang terbawa material banjir bandang dan tanah longsor," kata Ferry, Minggu (5/1/2020).

Di tempat yang sama Kepala Kantor Basarnas (Kakansar) Manado Gede Darmada mengatakan tim SAR gabungan masih tetap disiagakan di lokasi mengingat intnsitas hujan ringan ataupun sedang masih terjadi.

(Foto: Okezone.com/Subhan Sabu)

"Terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang sudah membantu Basarnas, sehinga korban ketiga atas nama Siren Ontak akhirnya ditemukan. Tim kami masih kami siagakan dengan potensi SAR, sehingga apabila terjadi banjir bandang dan tanah longsor susulan seluruh tim SAR gabungan bisa bergerak cepat apabila ada korban jiwa," jelas Kakansar Manado Gede Darmada.

Di Sulawesi Utara, intensitas hujan baik ringan, sedang dan lebat masih terjadi di beberapa wilayah, sehingga diharapkan seluruh masyarakat yang tinggal di perbukitan atau dekat dengan sungai lebih meningkatkan kewaspadaannya.

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi Jumat dini hari itu selain menyebabkan tiga orang korban tewas, juga mengakibatkan delapan orang luka-luka dan dirawat di Puskesmas Manganitu dan rumah sakit setempat. Puluhan rumah rusak dan hanyut serta sekira 80 kepala keluarga terpaksa harus mengungsi.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini