Namun, Pemkot Tangsel belum bisa memastikan nilai bantuan yang akan digelontorkan karena selama masa tanggap darurat hingga 14 Januari 2019, pihaknya masih menunggu adanya bantuan dari provinsi ataupun pemerintah pusat.
"Nanti kita lihat prioritasnya apa. Rumah warga nanti kita cek lebih dalam seperti apa, jalan, infrastruktur segala macam. Rincian dari kerugian ini apa saja. Nanti Pemkot akan berusaha sekuat mungkin membantu masyarakat," terangnya.
Banjir di Kota Tangsel sendiri telah berangsur surut sejak Kamis 2 Januari 2019. Tercatat, ada sekira 2.500 warga yang mengungsi dengan 4 korban jiwa meninggal dunia, yakni Sutrisno (14), Arfan (70), Kasiem (60), dan Teguh Taufik (37).
Banjir yang merendam sebagian besar wilayah Kota Tangsel dipicu akibat meluapnya volume air dari anak kali dan anak sungai. Lokasi terparah berada di Pesona Serpong, Kademangan, Setu. Di sana, air mencapai ketinggian 2 meter lebih dan nyaris mencapai atap rumah warga.
Baca Juga: Ada 169 Titik Banjir di Jabodetabek dan Banten, Banyak Warga Belum Tesentuh Bantuan