Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Buang Sampah Pasca-Banjir, Truk Mengantre Panjang di TPA Sumur Batu

Wisnu Yusep , Jurnalis-Selasa, 07 Januari 2020 |20:28 WIB
Buang Sampah Pasca-Banjir, Truk Mengantre Panjang di TPA Sumur Batu
Sejumlah truk sampah mengantre di TPA Sumur Batu (foto: Okezone.com/Wisnu)
A
A
A

BEKASI - Antrean panjang sempat terjadi di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Sumur Batu, Jalan Pangkalan II, RT001/RW003, Ciketing Udik, Bantar Gebang, Kota Bekasi, Selasa (7/1/2020).

Antrean panjang itu terjadi setelah mobil truk tersebut mengangkut sampah-sampah warga Bekasi pasca banjir pada Rabu 1 Januari 2020.

Pantauan Okezone di lapangan, antrean panjang itu terjadi setelah jembatan timbang di TPA Sumur Batu. Truk-truk itu mengantre menunggu giliran bongkar.

Terlihat ada sekitar empat eksavator yang mengeruk secara estafet di TPA tersebut. Eksavator pertama mengeruk di truk-truk yang sedang membongkar salah satu muatan sampah hasil banjir itu.

 TPA Sumur Batu

Sementara, eksvator kedua mengeruk hasil kerukan eksavator pertama yang mengambil dari dasar gunungan sampah. Rata-rata sampah yang dibuang itu merupakan hasil sampah banjir. Itu terlihat dari muatan truk-truk sampah yang mengantre.

Ketika ditanya Okezone, sopir-sopir truk itu mengangkut sampah dari Kota Bekasi yang meliputi yakni, Bekasi Timur, Medan Satria, Mustika Jaya.

Dalam pengangkutan sampah ini, Pemkot Bekasi pun menambah unit bantuan dari pihak swasta. Untuk wilayah Bekasi Timur sendiri sekitar ada lima unit yang diperbantukan.

Salah satu sopir yang mengangkut dari Bekasi Timur, Jamal mengatakan bahwa ada sekitar 30 unit yang dikerahkan dari perusahaanya dalam mengangkut sampah-sampah perabot milik warga Bekasi ini.

"Katanya ada 30, cuma belum tahu keluar semua atau tidak. Soalnya untuk hari ini katanya cuma lima," kata Jamal kepada Okezone, Selasa (7/1/2020).

 TPA Sumur Batu

Jamal mengatakan, petugas pembersih di Bekasi Timur agak kesulitan dalam memuat sampah warga itu. Pasalnya, unit yang dia bawa merupakan kendaraan truk besar, sehingga petugas pembersih harus melakukan estafet.

"Prosesnya lama juga, dari jam 11.00 WIB muat baru selesai jam 13.20 WIB. Belum lagi perjalananya memakan waktu 2 jam," kata pria asal Cileungsi itu.

Untuk pengangkutan hari ini, Jamal mengaku hanya diberi jatah 1 rit. "Untuk hari ini satu, besok lagi," katanya.

Jamal pun mengaku pasrah dengan kondisi antrean yang cukup panjang. Terlebih dengan kondisi pasca banjir. "Mau gimana lagi, ikutin aja," katanya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement