Bentrok Antargeng di Cirebon Dipicu Saling Tantang di Medsos

Fathnur Rohman, Okezone · Selasa 07 Januari 2020 03:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 07 525 2150013 bentrok-antargeng-di-cirebon-dipicu-saling-tantang-di-medsos-imoinXgqUT.JPG Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy saat konferensi pers pengungkapan kasus bentrok geng motor yang tewaskan dua pemuda (Foto: Okezone.com/Fathnur Rohman)

CIREBON - Sebanyak dua pemuda bernama Anenta Bentar Ramadhan (22) dan Asmail Sevani (15) terpaksa harus meregang nyawa, setelah terlibat dalam bentrokan antargeng di Kota Cirebon, Jawa Barat pada Minggu, 5 Januari 2020 dini hari. Bentrokan tersebut ternyata dipicu oleh aksi saling tantang di media sosial Instagram.

"Jadi motifnya mereka ini, menggunakan media sosial dalam hal ini Instagram. Kelompok korban bernama Cirebon Gengster, sedangkan kelompok pelaku bernama Remaja Pengggung untuk Santai (RPUS). Mereka ini janjian. Saling menantang-menantang," ujar Kapolres Cirebon Kota, AKBP Roland Ronaldy kepada wartawan, Senin 6 Januari 2020.

Roland menjelaskan, kedua kelompok ini berkomunikasi dengan menggunakan semacam kode yang hanya dimengerti oleh mereka. Sebelum bentrokan terjadi, mereka terlebih dahulu akan saling menantang satu sama lain dengan mengirim kode huruf 'Q'. Setelah menerima tantangan, kemudian mereka langsung menentukan tempat untuk bentrokan.

"Mereka hanya memberi kode. Jadi, misalnya menantang dia pake kode Q. Kode Q artinya berani apa enggak, " ujar Roland.

Anggota Geng Motor Cirebon

Anggota gangster Cirebon (Foto: Okezone/Fathnur Rohman)

Disampaikan Roland, ketujuh pelaku berinisial IS, S, DH, MFS, MF, MTR, serta AP, rata-rata masih di bawah umur. MFS dan MF merupakan orang yang membacok korban hingga meninggal dunia.

"Eksekutornya yang berhasil kita amankan inisialnya MFS dan MF, " tutur Roland.

Ia menambahkan, dari kedua kelompok yang terlibat bentrokan itu beberapa di antaranya tergabung dalam anggota geng motor. Dirinya menegaskan, tertangkapnya ketujuh pelaku tersebut merupakan bukti nyata bahwa pihaknya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Cirebon.

Pihaknya lanjut Roland, akan melakukan pengembangan terkait kasus tersebut. Bahkan, diakuinya saat ini pihaknya sudah mengantongi tiga nama kelompok gangster lain yang berpotensi melakukan aksi serupa. Menurutnya, untuk mencegah permasalahan ini, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, baik itu Pemda Kota Cirebon, Keluarga, dan sebagainya.

"Rencananya saya akan bertemu wali kota. Kita akan susun strategi lebih masif, untuk mencegah hal ini tidak terjadi lagi," ucap dia.

Seperti diwartakan, pada Minggu 5 Januari 2020 dini hari, terjadi bentrokan antargeng di Jalan Katiasa, Kota Cirebon, Jawa Barat. Dari bentrokan itu, dua orang pemuda bernama Anenta Bentar Ramadhan (22) dan Asmail Sevani (15) meninggal dunia, setelah menerima bacokan celurit serta lemparan batu di tubuh mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini