nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sinergi dengan Koperasi, Kemenkop UKM Siap Naik Kelas

Wilda Fajriah, Jurnalis · Rabu 08 Januari 2020 17:33 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 08 1 2150725 sinergi-dengan-koperasi-kemenkop-ukm-siap-naik-kelas-gnmazMc2Kz.jpg foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki telah melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak sejak pertama kali dilantik oleh Presiden Jokowi. Mulai dari pelaku koperasi dan UMKM, perbankan, pemerintah daerah, akademisi hingga media untuk mencari strategi terbaik, disertai dengan model holistik dengan memastikan masing-masing peran dari skateholdernya, terhadap pengembangan koperasi dan UMKM.

Sejalan dengan arahan presiden untuk melakukan pengarusutamaan koperasi dan UKM dalam pembangunan ekonomi nasional lima tahun kedepan, Kementerian Koperasi dan UKM telah menyiapkan program-program strategis untuk memastikan terjadi percepatan pengembangan koperasi dan UMKM.

Kementerian Koperasi dan UKM juga memastikan perlindungan bagi UMKM untuk menjalankan kemudahan usaha melalui penyusunan Omnibus Law. Saat ini sudah dibentuk tim kajian Omnibus Law untuk meninjau semua aturan agar memberikan perlindungan bagi UMKM sejak mulai berusaha, deregulasi perjanjian dan insentif bagi KUMKM.

Kementerian Koperasi dan UKM menetapkan tiga pilar Strategi Nasional Pengembangan KUMKM, yakni Kapasitas Usaha dan Kompetensi UMKM, Lembaga Keuangan yang Ramah bagi UMKM, Koordinasi Lintas Sektor untuk mendukung Ekosistem UMKM.

Melalui tiga pilar strategi nasional pengembangan KUMKM, disusun enam program strategis yakni, perluasan akses pasar, meningkatkan daya saing produk dan jasa, pengembangan kapasitas dan manajemen SDM usaha, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan dan kesempatan berusaha, serta koordinasi lintas sektor.

Untuk menjangkau perluasan akses pasar, Kemenkop telah meminta agar produk UMKM menjadi prioritas pengadaan barang dan jasa di K/L, BUMN dan pemerintah daerah.

Kementerian Koperasi dan UKM juga mengembangkan model-model kemitraan antara KUMKM dan usaha besar untuk produk unggulan di setiap daerah, antara lain udang, kopi, sapi perah, pisang, modest fashion, halal food, home decor, serta produk lainnya.

Model kemitraan ini didukung dengan akses pembiayaan melalui KUR, skema kredit investasi di perbankan, pembiayaan, non bank, pembiayaan lintas K/L CSR BUMN.

Pada tahun ini, pengembangan produk KUMKM dilakukan di destinasi pariwisata khususnya di destinasi wisata super prioritas yakni, Kabupaten Manggarai Barat (Labuan Bajo), Kabupaten Lombok Tengah (Mandalika), Kabupaten Toba Samosir (Danau Toba), Kabupaten Magelang (Borobudur), Kabupaten Minahasa (Likupang), dengan membangun Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) berikut mengembangkan bisnis model yang berkelanjutan.

Bersama seluruh pelaku dan skateholder terkait, Kementerian Koperasi dan UKM mengejar kenaikan kontribusi PDB dan ekspor KUMKM melalui program-program prioritas yang dijalankan. Diproyeksikan pada 2020, potensi kenaikan ekspor KUMKM mencapai 18,12% dan PDB UMKM mencapai 61%. Juga terkait peningkatan jumlah koperasi modern dan terwujudnya UMKM naik kelas.

(cm)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini