Kecelakaan Pesawat Ukraina Disebabkan Kerusakan Mesin, Bukan Serangan Rudal

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 08 Januari 2020 17:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 08 18 2150713 kecelakaan-pesawat-ukraina-disebabkan-kerusakan-mesin-bukan-serangan-rudal-XifaY0MaQA.jpg Foto: Reuters.

KIEV – Kecelakaan pesawat Ukraina yang menewaskan 176 penumpang dan awak pesawatnya di Teheran pada Rabu, 8 Januari 2020 disebabkan oleh kerusakan mesin, bukan karena serangan rudal atau aksi terorisme. Hal itu diungkapkan oleh Kedutaan Besar Ukraina untuk Iran dengan mengutip informasi awal dari penyelidikan penyebab kecelakaan tersebut.

Pesawat tipe Boeing 737-800NG milik maskapai Carrier Ukraine International Airlines itu baru lepas landas dari Bandara Imam Khomeini, Iran dalam penerbangan menuju Kiev, Ukraina, saat itu api tiba-tiba muncul hingga menyebabkan pesawat jatuh ke sebuah lapangan sekira 10 kilometer dari bandara. Foto-foto dari lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing pesawat nahas itu berserakan dengan tim penyelamat berusaha mencari jasad para korban.

BACA JUGA: Pesawat Berpenumpang 180 Orang Jatuh Usai Lepas Landas di Bandara Iran

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa pesawat itu membawa 167 penumpang dan sembilan awak pesawat, termasuk 32 warga negara asing. Semua yang ada di dalam pesawat dikonfirmasi tewas.

"Belasungkawa tulus saya kepada kerabat dan teman dari semua penumpang dan awak," katanya dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters, Rabu (8/1/2020).

Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha mengonfirmasi bahwa tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban dalam insiden ini. Menteri Luar Negeri Ukraina Vadym Prystaiko mengatakan korban terdiri dari 82 warga negara Iran, 63 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 10 warga Swedia, tiga warga Jerman dan tiga warga Inggris.

BACA JUGA: Gara-Gara 737 Max, Pendapatan dan Laba Boeing Menukik Tajam

Boeing 737-800 adalah salah satu model pesawat yang paling banyak diterbangkan di dunia dengan catatan keamanan yang baik dan tidak memiliki fitur perangkat lunak yang diduga menyebabkan kecelakaan seperti pada seri 737 MAX.

Menurut catatan Carrier Ukraine International Airlines, pesawat yang jatuh itu terakhir kali mendapat pemeliharaan rutin pada 6 Januari 2020, atau dua hari sebelum kecelakaan terjadi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini