Baca Juga : Soal Larangan Penggunaan Kantong Plastik, Ini Komentar Warga dan Petugas Swalayan
Baca Juga : Waspada, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi pada 8-12 Januari 2020 di Jabodetabek
Sekadar diketahui, Jiwasraya mengalami permasalahan tekanan likuiditas lantaran melakukan investasi pada sebagian besar aset berisiko tinggi (high risk) untuk mengejar keuntungan yang tinggi (high return). Sebagian besar dana investasi ditaruh pada saham berkinerja buruk dan pada reksa dana yang dikelola oleh manager investasi dengan kinerja buruk.
Alhasil kerugian yang malah didapatkan Jiwasraya, membuat perusahaan pelat merah itu mengalami gagal bayar klaim polis yang jatuh tempo untuk periode Oktober-Desember 2019 senilai Rp12,4 triliun. Sementara Kejaksaan Agung memperkirakan kerugian akibat buruknya investasi Jiwasraya mencapai Rp13,7 triliun.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.