Hemed mengatakan suasana saat ini membuat orang-orang gemetar dan menangis. Beberapa keluar dan segera lari menyelamatkan diri. Para penyerang menembak mereka yang berlarian tetapi untungnya tidak ada yang tertembak ketika mereka melarikan diri.
"Sebagai pengemudi, Anda terus mendengar kisah-kisah serangan al-Shabab di jalan ini, tetapi tidak ada yang bisa mempersiapkan Anda untuk hal seperti ini," kata Hemed, yang lalu lalang di jalur ini selama lebih dari lima tahun.
Militas Al-Shabab mengatakan pihaknya tidak terkait serangan serangan bus tersebut, tetapi kelompok ini telah melakukan serangan serupa di jalur ini selama beberapa tahun terakhir.
Kenya memiliki pasukan di Somalia sebagai bagian dari pasukan Uni Afrika yang mendukung pemerintah yang didukung PBB untuk perang melawan al-Shabab.
Juma mengatakan dia ingin terus bekerja tetapi takut jika keamanan tidak membaik di jalur yang membahayakan tersebut. Hemed pun demikian, yang sudah bekerja pada hari berikutnya. Dia mengatakan, tidak bisa berhenti demi keluarga dan anak-anaknya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.