nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran Tantang PM Kanada Tunjukkan Laporan Intelijen Terkait Jatuhnya Pesawat Ukraina

Rahman Asmardika, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 10:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 10 18 2151349 iran-tantang-pm-kanada-tunjukkan-laporan-intelijen-terkait-jatuhnya-pesawat-ukraina-rr8Cqcbnbh.jpg Foto: Reuters.

TEHERAN - Iran telah menolak klaim bahwa Boeing 737 Ukrainian International Airlines (UIA) jatuh di dekat Teheran karena terkena tembakan rudal. Teheran menyebut semua klaim itu sebagai "perang psikologis". Iran menyerukan negara-negara yang kehilangan warganya dalam kecelakaan itu mengirim perwakilannya untuk bergabung dalam penyelidikan.

"Semua laporan ini adalah perang psikologis melawan Iran," kata Juru Bicara Pemerintah Ali Rabiei, sebagaimana dilansir RT, Jumat (10/1/2020).

BACA JUGA: PM Kanada Tuduh Iran Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

"Semua negara yang warganya naik pesawat itu dapat mengirim perwakilan dan kami mendesak Boeing untuk mengirim wakilnya untuk bergabung dalam proses penyelidikan kotak hitam. "

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi telah meminta Perdana Menteri (PM) Kanada Justin Trudeau untuk membagi informasi intelijen dari berbagai berbagai sumber yang dia klaim menunjukkan pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal darat Iran.

“Kami meminta Perdana Menteri Kanada dan pemerintah lain yang memiliki informasi tentang kecelakaan itu untuk diserahkan kepada komite investigasi di Iran,” kata Mousavi dikutip media pemerintah Iran.

Klaim Trudeau mengikuti pernyataan dari PM Inggris Boris Johnson bahwa pemerintahnya segera memeriksa laporan tentang pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal, dan spekulasi dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mencurigai ada seseorang melakukan kesalahan hingga pesawat tersebut jatuh.

BACA JUGA: Kecelakaan Pesawat Ukraina Disebabkan Kerusakan Mesin, Bukan Serangan Rudal

Trump memang tidak secara eksplisit menuduh Teheran menembak jatuh pesawat itu. Tapi, pejabat AS yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada media bahwa insiden itu "sangat mungkin" terjadi karena kesalahan sistem pertahanan udara Iran. Sejauh ini belum ada komentar resmi dari Pentagon mengenai kejadian tersebut.

Penerbangan UIA PS752 jatuh tak lama setelah lepas landas dari Teheran dalam perjalanan ke Kiev pada Rabu pagi, 8 Januari 2020, menewaskan semua 176 penumpang dan awak pesawatnya. Ukraina telah mengirim penyelidik ke Teheran dan penyelidikan sedang dilakukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan itu.

Iran telah menyambut semua negara yang kehilangan warga dalam kecelakaan itu, serta perwakilan Boeing, untuk turut ambil bagian dalam penyelidikan, bahkan menyatakan akan meminta bantuan ahli Prancis atau Kanada untuk memecahkan kode data dalam kotak hitam yang diambil dari puing-puing pesawat di lokasi kecelakaan, dan akan menerbitkan dan memuplikasikan hasil penyelidikan itu kepada dunia.

Namun, Iran dengan tegas menolak menyerahkan kotak-kotak hitam itu kepada AS, mengecam rumor mengenai keterlibatan Teheran dalam kecelakaan pesawat itu sebagai sesuatu yang "tidak logis".

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini