nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Virus Misterius Pneumonia Mewabah, WNI di Hong Kong Diimbau Hindari Pasar Unggas

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 10 Januari 2020 19:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 10 18 2151559 virus-misterius-pneumonia-wni-di-hong-kong-diimbau-hindari-pasar-unggas-FHI29GST5S.jpg Imbauan KJRI Hong Kong terkait virus pheumonia. (Foto/Kemlu)

HONG KONG - Pihak berwenang China melakukan penyelidikan atas kasus wabah pneumonia atau infeksi paru-paru misterius yang telah menginfeksi puluhan orang di pusat kota Wuhan.

Konsulat Jenderal Indonesia mengeluarkan imbauan kepada warga negara Indonesia di Hong Kong yang ingin bepergian keluar demi pencegahan.

Pejabat berwenang China menyebutkan 44 orang telah terinfeksi virus, 11 di antaranya dianggap parah.

KJRI di Hong Kong mengimbau agar WNI menghindari sentuhan terhadap binatang liar/buruan (termasuk babi, rusa, unggas, dan binatang liar lain) dan kotoran binatang. Menghindari kunjungan ke pasar basah, pasar unggas ataupun peternakan unggas.

Wabah tersebut membuat Singapura dan Hong Kong memperketat masuknya wisatawan yang berasal dai Wuhan.

Baca juga: Puluhan Orang di Kota Wuhan China Terinfeksi Virus Misterius

Konsulat juga meminta WNI di Hong Kong menghindari kontak fisik dengan pasien, terutama yang mengidap infeksi paru-paru akut. Menghindari kunjungan ke tempat-tempat yang menyajikan daging binatang liar/buruan dan jangan mengonsumsi daging binatang liar/buruan.

“Jika merasa tidak sehat ketika berada di luar Hongkong, khususnya jika menderita demam dan atau batuk, kenakan masker dan informasikan staf hotel, pendamping perjalanan atau pihak terkait lain, serta segera mencari bantuan medis,” bunyi imbauan KJRI Hong Kong melansir laman resminya, Jumat (10/10/2020).

Setibanya di Hong Kong, WNI harus hubungi dokter jika menderita demam ataupun gejala lain dan menceritakan riwayat perjalanan, serta kenakan masker guna mencegah penyebaran penyakit.

“Mencuci tangan dengan sabun dan air, serta menggosoknya paling tidak 20 detik sebeum dibilas dan dikeringkan dengan kertas tisu atau alat pengering,” lanjut imbauan tersebut.

KJRI Hong Kong juga membuka layanan melalui saluran telepon 9155 4023 atau KJRI Hongkong, ata WhatsApp 6773 0466, 5294 4184.

Komisi Kesehatan Wuhan mengatakan pada Jumat 3 Desember bahwa pihaknya sedang menyelidiki penyebab wabah tersebut.

Dalam sebuah pernyataan di situs webnya, mereka mengesampingkan sejumlah sumber infeksi, termasuk influenza, flu burung dan penyakit pernapasan umum, tetapi tidak menyebutkan Sars. (dka)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini