Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

KNKT Sebut Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya Akibat Geometrik Jalan

Demon Fajri , Jurnalis-Jum'at, 10 Januari 2020 |12:32 WIB
KNKT Sebut Kecelakaan Maut Bus Sriwijaya Akibat Geometrik Jalan
(Foto: Basarnas Sumsel)
A
A
A

''Saat dilakukan pemeriksaan katup tabung angin masih baik, namun saat dibuka sudah tidak ada anginnya. Artinya mobil bus saat kecelakaan sudah kehabisan angin,'' ujar Wildan.

Hal itu bisa memicu kecelakaan karena tekanan angin pada mobil besar sangat penting. Sebab, angin pada kendaraan digunakan untuk pengereman serta keperluan komponen lain, seperti kopling dan pemindah tuas.

“Jika tekanan di bawah 6 bar, maka buzzer akan berbunyi, dan indikator pada meter kombinasi muncul. Hal tersebut menyebabkan pemindahan gigi akan susah, pedal rem keras sekali penginjakan pedal rem, akibatnya tekanan angin pada tangki angin berkurang (0.2 bar). Pada kondisi angin di bawah 6 bar masalah yang muncul adalah kopling akan keras di injak,'' pungkas Wildan.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement