nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selain Pesawat Ukraina, Berikut Penerbangan Sipil Lain yang Jatuh Ditembak Rudal

Rahman Asmardika, Jurnalis · Minggu 12 Januari 2020 07:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 11 18 2151857 selain-pesawat-ukraina-berikut-penerbangan-sipil-lain-yang-jatuh-ditembak-rudal-LE3KK5yauj.jpg Foto: Reuters.

IRAN pada Sabtu, 11 Januari mengakui tak sengaja menembak jatuh pesawat maskapai Ukraina di langit Teheran, yang menewaskan 176 penumpang dan awaknya.

Pesawat Boeing 737 Ukraine International Airlines (UIA) itu ditembak beberapa saat setelah lepas landas dari bandara Teheran pada 8 Januari 2020, beberapa jam setelah Iran menembakkan serangkaian rudal ke pangkalan Amerika Serikat (AS) di Irak sebagai pembalasan atas pembunuhan komandan militernya. Pesawat itu membawa 82 warga Iran, dan penumpang warga negara asing termasuk 57 warga Kanada dan 11 warga Ukraina.

BACA JUGA: Iran Akui Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Dalam pernyataannya, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa negaranya sangat menyesali kesalahan yang berakhir dengan tragedi itu.

Sepanjang sejarah, insiden salah tembak terhadap penerbangan sipil yang berakibat pada hilangnya nyawa para penumpang dan awaknya telah beberapa kali terjadi, bahkan insiden serupa juga pernah terjadi pada maskapai Iran yang menewaskan ratusan warga Republik Islam itu.

Berikut beberapa insiden di mana pesawat penerbangan sipil yang jatuh dihantam rudal yang terjadi setidaknya dalam empat dekade terakhir, sebagaimana dirangkum Al Jazeera:

Malaysia Airlines MH17 , 2014

Penerbangan Malaysia Airlines MH17 ditembak jatuh di Ukraina timur yang dikuasai pemberontak dalam perjalanan dari Amsterdam, Belanda menuju ke Kuala Lumpur, Malaysia pada 17 Juli 2014. Semua 298 penumpang dan awak dalam pesawat Boeing 777 itu tewas, termasuk 193 warga negara Belanda.

Puing-puing pesawat Malaysia Airlines yang ditembak jatuh di Ukraina timur. (Foto: Reuters)

Pemerintah Ukraina dan pemberontak separatis pro-Rusia yang bertikai di Ukraina timur, saling menuduh menembakkan rudal yang mengenai pesawat tersebut.

Pada 2019, jaksa penuntut Belanda menyebutkan empat tersangka dalam serangan itu, termasuk tiga anggota angkatan bersenjata Rusia. Namun, Moskow membantah terlibat dalam jatuhnya pesawat nahas itu.

Belarusian Airline, 2007

Pada 23 Maret 2007 pesawat kargo Ilyushin II-76 milik maskapai Belarusia airline ditembak jatuh oleh roket tak lama setelah lepas landas dari Ibu Kota Somalia, Mogadishu, menewaskan 11 orang. Pesawat itu mengangkut para insinyur dan teknisi Belarusia yang telah melakukan perjalanan ke Somalia untuk memperbaiki pesawat lain yang terkena rudal dua pekan sebelumnya.

Sibir Airline, 2001

Sebanyak 78 orang, sebagian besar warga Israel, terbunuh saat pesawat Tupolev-154 Sibir yang mereka tumpangi meledak di atas Laut Hitam, sekira 300 kilometer dari Pantai Krimea dalam penerbangan dari Tel Aviv menuju Novosibirsk pada 4 Oktober 2001.

Sepekan kemudian Kiev mengakui bahwa bencana itu disebabkan oleh rudal yang tidak sengaja ditembakkan oleh Ukraina.

Iran Air, 1988

Pesawat Airbus A-300 milik Iran Air yang terbang dari Bandar Abbas, Iran ke Dubai, Uni Emirat Arab, ditembak jatuh di perairan teritorial Iran di Teluk Persia tak lama setelah lepas landas pada 3 Juli 1988. Pesawat itu dihantam dua rudal yang ditembakkan dari kapal frigat Amerika Serikat (AS), USS Vincennes yang berpatroli Selat Hormuz, diduga karena mengira pesawat itu sebagai pesawat tempur. Sebanyak 290 penumpang pesawat itu tewas, termasuk 66 anak-anak.

Pelayat membawa peti mati melalui jalan-jalan Teheran selama pemakaman massal setelah kapal perang USS Vincennes menembak jatuh Iran Air Flight 655 di atas Teluk, menewaskan semua 290 orang di dalamnya (Foto: AP).

AS membayar Iran USD101,8 juta sebagai kompensasi bagi para korban setelah penyelesaian di Pengadilan Internasional. Sebagai bagian dari perjanjian, AS tidak mengakui tanggung jawab hukum atau secara resmi meminta maaf kepada Iran atas tragedi itu.

Washington bahkan kemudian menganugerahi Kapten USS Vincennes, Will C Rogers dengan penghargaan Legion of Merit atas jasanya sebagai komandan.

Korean Air, 1983

Insiden tragis terjadi pada 1 September 1983 saat pesawat Boeing 747 Korea Selatan milik Korea Air ditembak jatuh oleh jet-jet tempur Soviet di Pulau Sakhalin, setelah membelok keluar jalur. Sekira 269 penumpang dan anggota kru pesawat itu tewas.

Lima hari setelah kejadian itu pejabat Soviet baru mengakui bahwa mereka telah menembak jatuh pesawat Korea Selatan.

BACA JUGA: Presiden Iran: Penembakan Pesawat Ukraina Adalah Kesalahan Tak Termaafkan

Libyan Arab Airline, 1973

Sebuah pesawat Boeing 727 Libyan Arab Air yang terbang dari Tripoli, Libya ke Kairo, Mesir ditembak jatuh oleh pesawat tempur Israel di atas gurun Sinai pada 21 Februari 1973. Hanya empat dari 112 orang di dalamnya yang berhasil selamat.

Angkatan udara Israel melakukan intervensi setelah Boeing itu terbang di atas fasilitas militer di Sinai, yang kemudian diduduki oleh Israel. Pihak berwenang Israel mengatakan jet tempurnya melepaskan tembakan ketika pesawat menolak untuk mendarat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini