nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ukraina-Iran Sepakat Selidiki Kotak Hitam Pesawat Sipil yang Jatuh

Rizka Diputra, Jurnalis · Minggu 12 Januari 2020 11:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 12 18 2151961 ukraina-iran-sepakat-selidiki-kotak-hitam-pesawat-sipil-yang-jatuh-q7qbZDUeVX.JPG Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (Foto: Reuters)

KIEV - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky telah berbicara dengan Presiden Iran Hassan Rouhani terkait insiden penembakan terhadap maskapai pesawat Ukraina. Ia meminta penyelidikan dilakukan untuk mengungkap fakta di balik peristiwa tersebut.

"Kami berharap penyelidikan akan dilakukan tanpa penundaan yang disengaja maupun tanpa hambatan," ucap Zelensky menukil laman AFP, Minggu (12/1/2020).

Zelensky menambahkan bahwa kedua negara baik Ukraina maupun Iran telah sepakat akan menganalisis bersama kotak hitam (black box) pesawat nahas sekaligus mencari solusi atas insiden ini.

"Kami sepakat bekerjasama menguraikan dua perekam on board (kotak hitam). Kami juga telah menyetujui kerja sama hukum dan teknis penuh, termasuk masalah kompensasi," tuturnya.

Sementara itu, seorang petinggi dari penerbangan sipi Iran mengatakan pihaknya memerlukan waktu satu hingga dua tahun untuk menyelesaikan penyelidikan atas jatuhnya sebuah pesawat maskapai Ukraina, yang menewaskan 176 penumpang.

Ali Abedzadeh, Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengutip IRNA, Jumat kemarin mengatakan, lembaganya akan mengunduh kotak hitam pesawat tersebut di Iran namun tidak menutup kemungkinan untuk mencari bantuan.

Pesawat Ukraina Jatuh

Bangkai pesawat Ukraina yang jatuh (Foto: Reuters)

“Kami lebih suka mengunduh kotak hitam di Iran. Tetapi jika kami tidak bisa dapat melakukannya akibat kondisi kotak hitam yang rusak, kami akan mencari bantuan," ujar Ali.

Seperti diwartakan sebelumnya, pesawat Boeing 737 Ukrainian International Airlines (UIA) penerbangan 752 jatuh di dekat Teheran pekan lalu, 8 Januari 2020, menewaskan 176 orang di dalamnya.

Menurut pernyataan kantor berita IRNA, pesawat itu salah diidentifikasi sebagai "pesawat bermusuhan" dan ditembak jatuh oleh rudal Iran di saat ancaman terhadap negara itu berada di tingkat tertinggi.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini