nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

La Catrina, Wanita Cantik Pimpinan Kartel Meksiko Tewas Ditembak Polisi

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 14 Januari 2020 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 14 18 2152713 la-catrina-wanita-cantik-pimpinan-kartel-meksiko-tewas-ditembak-polisi-CIphqCTjxr.jpg Maria Guadalupe Lopez Esquivel. (Foto: CEN)

SEORANG wanita yang merupakan pimpinan kartel Meksiko yang terkenal kejam telah terbunuh dalam sebuah tembak menembak sengit dengan kepolisian dan tentara Meksiko. Sebuah video yang difilmkan menggunakan kamera tubuh selama baku tembak itu memperlihatkan Maria Guadalupe Lopez Esquivel (21) atau yang dikenal sebagai 'La Catrina' berlumuran darah setelah ditembak di leher.

Menurut laporan media setempat, wanita muda itu tinggal di rumah persembunyian yang dijaga oleh anggota kartel bersenjata ketika pihak berwenang menerima petunjuk dan melakukan penyerbuan pada Jumat, 10 Januari lalu.

Rekaman menunjukkan Esquivel duduk di tanah berusaha untuk bernafas sementara seorang petugas mengatakan kepadanya untuk tetap tenang dan menunggu helikopter untuk membawanya ke rumah sakit.

Dia kemudian terlihat dibawa bersama sejumlah anggota kartel lainnya, yang juga ditangkap dalam serangan itu, diangkut ke dalam helikopter. Dia diketahui tewas di rumah sakit satu jam setelah penangkapannya, demikian diwartakan 9News, Selasa (14/1/2020).

La Catrina dicurigai sebagai salah satu tokoh utama Kartel Jalisco New Generation (CJNG) dan terkenal karena mem-posting foto dirinya bersama senjata dan senjata api ekstrem di media sosial.

Dia memimpin tim pembunuh bayaran di dalam sel CJNG yang melakukan penyergapan terhadap polisi negara bagian di Kotamadya Aguililla, Negara Bagian Michoacan pada Oktober lalu.

Diyakini bahwa La Catrina bergabung dengan CJNG pada 2017 setelah terlibat dengan pemimpin kartel lain yang dikenal sebagai 'M2'.

CJNG menjadi dikenal antara 2013 dan 2015 dan sekarang dianggap sebagai salah satu kartel Meksiko terbesar dan paling berbahaya di bawah pimpinan mereka, Ruben Oseguera Cervantes, atau 'El Mencho'. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah hingga USD10 juta untuk informasi yang dapat mengakibatkan penangkapannya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini