nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Terdakwa Pembantaian Satu Keluarga di Banyumas Diancam Hukuman Mati

Rabu 15 Januari 2020 10:10 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 15 512 2153048 3-terdakwa-pembantaian-satu-keluarga-di-banyumas-diancam-hukuman-mati-o7PXJKry6R.jpg Terdakwa Kasus Pembantaian Satu Keluarga saat Menjalani Sidang Dakwaan di PN Banyumas, Selasa 14 Januari 2020. (foto: iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS - Pengadilan Negeri (PN) Banyumas kembali menggelar sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Banyumas, Jawa Tengah, pada 14 Januari 2020. Dalam sidang tersebut, tiga dari empat terdakwa pembantaian satu keluarga di Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas diancam hukuman mati.

Ketiga terdakwa yakni, Mimin Saminah (ibu) dan dua anak lelakinya masing-masing Achmad Saputra dan Irfan Firmansyah. Mereka didakwa melanggar Pasal 340 KUHP subsidair Pasal 338 dan Pasal 363. Sedangkan satu terdakwa lainnya, Sania Rouylita didakwa dengan Pasal 363 dan Pasal 480.

Baca Juga: Polisi Dalami Penemuan 4 Kerangka Manusia yang Gegerkan Warga Banyumas 

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Antonius mengatakan, seluruh dakwaan yang menjerat terdakwa sangat bisa dibuktikan. Mereka juga terancam hukuman mati karena dalam pemeriksaan para terdakwa sengaja merencanakan pembunuhan terhadap empat anggota keluarganya.

"Kami (JPU) melihat unsur pembunuhan berencana yang dilakukan para terdakwa sangat bisa dibuktikan. Peranan para terdakwa ini berbeda-beda. Seperti terdakwa pertama dan kedua itu bertugas mengeksekusi dan terdakwa ketiga membantu. Sedangkan terdakwa keempat ikut menjual barang-barang milik korban," kata JPU Antonius seperti dikutip iNews.

Terdakwa kasus pembantaian satu keluarga saat menjalani sidang dakwaan di PN Banyumas, Jateng, Selasa 14 Januari 2020. (foto: iNews/Saladin Ayyubi)	 

Sidang perdana kasus pembantaian satu keluarga tersebut mendapat pengawalan ketat Polres Banyumas. Dalam persidangan tersebut, para terdakwa menyatakan tidak keberatan atas dakwaan JPU.

Penasihat hukum keempat terdakwa, Susetyo mengatakan, kliennya siap untuk melanjutkan persidangan berikutnya.

"Kenapa kami tidak mengajukan keberatan, karena kami menilai dakwaan JPU sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ucap Susetyo.

Sebelumnya, warga Dukuh Grumbul Kranggandul, Desa Pasinggangan, Kecamatan/Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah digegerkan dengan penemuan empat kerangka manusia.

Keempat kerangka manusia yang diduga sekeluarga itu ditemukan tepat di belakang rumah Misem, orang tua keempat korban. Saat ditemukan, keempat kerangka itu dikubur dalam satu liang lahat.

Dari data yang diperoleh, diduga mayat tersebut adalah Ratno, Yono, dan Heri, kakak adik yang merupakan anak kandung Misem, pemilik rumah. Sedangkan satu korban lainnya, Pipin merupakan cucu Misem.

Kejadian tersebut terungkap setelah salah seorang warga, Rasman sedang membersihkan kebun di belakang rumah Misem, Minggu (25/8/2019) pagi.

Polisi kemudian menangkap keempat terdakwa. Dari hasil pemeriksaan, pembunuhan tersebut dipicu masalah harta warisan.

(fid)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini