nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemerintah Rusia Umumkan Pengunduran Diri Massal Setelah Pidato Kenegaraan Putin

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 09:30 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 16 18 2153522 pemerintah-rusia-umumkan-pengunduran-diri-massal-setelah-pidato-kenegaraan-putin-pLHKKzD0Lc.jpg Foto: Pemerintah Rusia.

MOSKOW - Perdana Menteri (PM) Rusi,a Dmitry Medvedev telah mengumumkan pengunduran diri seluruh jajaran pemerintahannya pada Rabu, 15 Januari 2020. Pengumuman mengejutkan itu dirilis tak lama setelah Presiden Vladimir Putin menyampaikan perubahan konstitusi Rusia dalam pidato kenegaraan tahunannya.

Menerima pengunduran diri, Putin berterima kasih kepada para menteri atas kerja keras mereka dan meminta mereka untuk berfungsi sebagai pemerintah sementara sampai yang baru dapat dibentuk.

BACA JUGA: Putin Nyatakan Akan Mundur Sebagai Presiden Rusia pada 2024

Sebelumnya, di hari yang sama PM Medvedev dan Putin telah bertemu dalam rapat kerja guna membahas pidato kenegaraan. Medvedev menjelaskan bahwa kabinet mengundurkan diri sesuai dengan Pasal 117 Konstitusi Rusia, yang menyatakan bahwa pemerintah dapat menawarkan pengunduran dirinya kepada presiden, yang dapat menerima atau menolaknya.

Dalam pidatonya, Putin mengatakan bahwa ia bermaksud menciptakan posisi wakil sekretaris Dewan Keamanan Rusia, yang akan ditawarkan kepada Medvedev. Perpindahan Medvedev ke peran itu berarti Rusia akan memiliki perdana menteri baru ketika pemerintah baru dibentuk.

Putin juga mengusulkan beberapa amandemen terhadap konstitusi Rusia. Usulan-usulannya akan memerlukan "perubahan substansial" pada konstitusi serta "keseluruhan keseimbangan kekuasaan, kekuasaan eksekutif, kekuatan legislatif, kekuatan pengadilan," jelas Medvedev sebagaimana dilansir RT, Kamis (16/1/2020).

"Dalam konteks ini, jelas bahwa, sebagai pemerintah, kita harus memberikan presiden kemampuan untuk membuat semua keputusan," ujarnya saat mengumumkan pengunduran diri massal pemerintah Rusia. Menurut Medvedev kemampuan tersebut diperlukan Putin untuk melaksanakan rencana yang diusulkan.

BACA JUGA: Putin Puji Dmitry Medvedev

Medvedev menjadi perdana menteri pada 2012, setelah menjabat empat tahun sebagai presiden. Dia saat ini memimpin Partai Rusia Bersatu yang berkuasa.

Di bawah rencana Putin, majelis rendah parlemen Rusia, Duma, akan diberikan kekuasaan untuk menunjuk perdana menteri dan anggota kabinet lainnya. Kemampuan itu berbeda dengan saat ini di mana Duma hanya menyetujui pencalonan mereka.

Gagasan lain yang disuarakan oleh Putin adalah membuat badan konsultasi, Dewan Negara, dengan status dan peran yang tertulis jelas dalam konstitusi. Presiden memuji keefektifan dewan, menekankan bahwa kelompok kerjanya memastikan masalah yang paling penting bagi rakyat diperhatikan secara menyeluruh.

Meskipun berterima kasih kepada Medvedev dan timnya atas kerja keras mereka, Putin juga mengatakan bahwa tidak semua programnya tercapai.

Program-program nasional ditujukan untuk meningkatkan standar hidup dan meningkatkan kesejahteraan Rusia, yang mencakup banyak bidang, termasuk peningkatan pendidikan, perumahan dan layanan kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini