nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemimpin Eksekutif Hong Kong: Prinsip 2 Sistem 1 Negara Bisa Belaku hingga 2047

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 16:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 17 18 2154370 pemimpin-eksekutif-hong-kong-prinsip-2-sistem-1-negara-bisa-belaku-hingga-2047-Yaq6BcnfRt.jpg Pemimpin Hong Kong Carrie Lam. (Foto/Reuters)

HONG KONG - Prinsip 2 sistem 1 negara yang dijalankan Hong Kong bisa diterapkan hingga 2047. Hal itu disampaikan Pemimpin Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam saat pidato di depan Dewan Legislatif.

Namun Lam memperingatakan, agar generasi muda Hong Kong tidak menghacurkan kota, agar demokrasi di Hong Kong bisa terus berlaku hingga sistem tersebut habis masa kedaluarsanya.

Kota Hong Kong yang dikuasai Cina, sebelumnya diserahkan oleh Inggris ke China pada 1997 dan mengadopsi satu negara, dua sistem” yang berlaku selama 50 tahun.

Foto/Reuters

Hong Kong yang dilanda protes pro-demokrasi selama berbulan-bulan. Gerakan itu dipicu pemerintah pusat oleh persepsi bahwa Beijing memperketat cengkeramannya, diserahkan ke China oleh Inggris pada tahun 1997 di bawah kerangka “satu negara, dua sistem” yang berlaku setidaknya selama 50 tahun.

Baca juga: Presiden China Puji Keberanian Pemimpin Hong Kong di Masa-Masa Sulit

Baca juga: Mata Kanan Buta saat Liput Demonstrasi, Wartawan Indonesia Tuntut Polisi Hong Kong

Perjanjian serah terima saat itu menyatakan bahwa Hong Kong adalah bagian dari China, tetapi kebebasannya seperti kebebasan berekspresi dan berkumpul dijamin, termasuk peradilan yang independen.

Selama berbulan-bulan Hong Kong dilanda protes yang dipicu RUU Ektradasi yang sekang telah ditangguhakn. RUU tersebut memungkinkan tersangka dari Hong Kong diekstradisi ke China daratan untuk diadili di pengadilan yang dikendalikan oleh Partai Komunis.

"Ada cukup alasan untuk percaya 'satu negara, dua sistem' ... tidak akan berubah setelah 2047," kata Lam mengutip Reuters, Jumat (17/1/2020).

Lam mendesak generasi muda Hong Kong yang berada di garis depan dalam aksi protes tidak melanggar prinsip tersebut.

"Skenario yang mereka khawatirkan hari ini mungkin dipicu oleh tangan mereka sendiri," kata Lam.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini