nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Raja Toto Santoso Dianggap Kemunculan Ratu Adil

Taufik Budi, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 21:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 17 512 2154506 raja-toto-santoso-dianggap-kemunculan-ratu-adil-6eVtAGHQww.jpg Foto Istimewa

Dia menjelaskan, sosok yang dianggap sebagai juru selamat atau Ratu Adil sebelumnya juga pernah terjadi. Apalagi, pada zaman penjajahan kondisi rakyat menderita hingga merindukan tokoh yang bisa menyelamatkan mereka.

"Dulu pernah Pangeran Diponegoro itu dianggap sebagai Ratu Adil atau Mesias, karena masyarakat dijajah kemudian terpuruk secara ekonomi juga tertindas. Pangeran Diponegoro muncul dan dianggap sebagai Ratu Adil, sebagai Imam Mahdi dalam pandangan Islam," terangnya.

"Sebelumnya Pangeran Mangkubumi Raja Jogja I, dianggap juga sebagai Mesias," singkat dosen Antropologi Unnes tersebut.

Trisnu melanjutkan, pada kondisi sekarang masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan penghidupan layak. Mereka kesulitan mencari pekerjaan sehingga timbul keinginan mendapatkan kekayaan maupun jabatan secara instan.

"Banyak orang yang gelisah mungkin, ingin mendapat kekayaan dengan cara instan, cepat tanpa harus bekerja keras. Juga ingin dapat kedudukan, pangkat dengan instan," lugasnya.

"Fenomena masyarakat yang gelisah seperti itu cari kerja, cari uang dengan jalan pintas ditangkap oleh beberapa orang yang cerdik, pintar bicara meyakinkan orang, membuat halusinasi. Seperti Toto Santoso ini orang yang bisa menangkap (masyarakat galau)," beber dia.

Sebelum mendirikan keraton di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan Purworejo, Toto pernah melakukan hal serupa di Yogyakarta. Namun, dia mendapat penolakan masyarakat sehingga mencari tempat lain untuk memuluskan rencananya.

"Di Jogja dia pernah sampaikan tapi tidak laku, kemudian bergeser ke Purworejo akhirnya laku. Ketemu di situ, antara orang yang pingin cepet kaya, cepet punya pangkat dengan sosok yang seolah bisa memberikan harapan-harapan seperti itu," lugasnya.

"Kemudian halusinasi yang sebenarnya muncul seolah-olah kalau mau bergabung (dengan keraton) maka cepet kaya, punya jabatan juga pangkat seperti perdana menteri, panglima, itu semuanya bayar. Seolah-olah mereka sudah terpenuhi keinginannya, padahal sebenarnya mereka sebenarnya dihisab juga oleh si Toto yang katanya raja dan sinuhun itu," tandas dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini