nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jurus Risma Atasi Banjir di Surabaya

Syaiful Islam, Jurnalis · Jum'at 17 Januari 2020 20:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 17 512 2154518 jurus-risma-atasi-banjir-di-surabaya-YBFDJWeUxD.jpg Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Ist)

SURABAYA - Kota Surabaya, Jawa Timur dilanda banjir setelah diguyur hujan beberapa hari. Banjir terparah di Jalan Mayjend Sungkono, tepatnya di Darmo Park 2.

Pemerintah Kota Surabaya sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah terjadinya banjir ketika hujan deras turun. Salah satunya, membangun sistem saluran yang terkoneksi di sepanjang kota.

"Kita bagaimana mengatasi banjir, daratannya paling tinggi itu hanya 5 meter di atas permukaan laut. Bahkan, kalau di daerah utara hanya 3 meter. Pertama, kami membuat sistem saluran yang terkoneksi di sepanjang kota," ujar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, Jumat (17/1/2020).

Baca Juga: Sejumlah Fakta Banjir di Surabaya 

Sebelumnya, kata Risma, 50 persen wilayah Surabaya banjir. Namun, saat ini hanya tinggal sekira 2 persen, dan itu pun karena rob. Diakui Risma, Pemkot Surabaya tak memiliki uang banyak, namun memaksimalkan anggaran yang ada.

 Banjir Surabaya Foto: Ist

Pemkot Surabaya membuat waduk-waduk yang cukup banyak di Surabaya. Saat ini, kurang lebih ada 72 lokasi. Sebelumnya, hanya ada tiga di Surabaya. Kemudian, di sekitar waduk dibuat hutan kota.

"Saya nanemnya langsung 5 meter. Jadi, dua tahun ditanam langsung buah. Dan yang saya tanam itu buah-buahan. Jadi, warga sekitar situ juga senang, jadi mereka boleh ambil buahnya," tuturnya.

Baca Juga:  Pasca-Banjir, Pemkot Surabaya Lobi Pengembang Pasang Box Culvert di Saluran Air

Pihaknya juga menyiapkan pompa-pompa yang mengendalikan permukaan air, sehingga secara alamiah air bisa masuk melalui waduk-waduk. Sekarang ini luar biasa curah hujan, di Surabaya rata-rata 150-180 meter kubik per detik.

"Kemudian, di sekitaran pantai, karena kami enggak punya uang kalau kemarin saya lihat di Jakarta itu pakai sitpal, kami enggak punya uang. Jadi, saya membuat apa, tanggul waduk dari tanah saya pikir di Belanda saja pakai itu, kenapa saya harus pakai mahal-mahal. Saya pakai itu lebarnya kurang lebih 15 meter, tingginya kurang lebih 20 meter," ungkapnya.

Menurut Risma, dulu kawasan Surabaya barat selalu terkena Kali Lamong. Setahun bisa dua sampai tiga kali banjir. Namun, sudah lima tahun ini tidak terjadi banjir.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini