nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sejumlah Fakta Banjir di Surabaya

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 16 Januari 2020 16:12 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 16 519 2153816 sejumlah-fakta-banjir-di-surabaya-i4EqTTYC3n.jpg Banjir di Surabaya, Jawa Timur. (Foto : Ihya'Ulumuddin/iNews)

JAKARTA – Hujan deras mengguyur selama dua jam di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu 15 Januari 2020. Alhasil, terjadi banjir di sejumlah titik Kota Pahlawan itu.

Banjir juga merendam sejumlah kawasan, di antaranya Jemursari-Wonocolo; Ketintang; Jalan Diponegoro-Wonokromo; Ngagel Rejo, dan Bratang. Okezone merangkum sejumlah fakta terkait banjir yang melanda Surabaya sebagai berikut:

Banjir Disebabkan Saluran Tersumbat

Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, tepatnya di Kompleks Darmo Park 2 terendam banjir pada Rabu kemarin. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai 80 sentimeter.

"Genangan air yang ada di Kompleks Darmo Park 2 setinggi 80 sentimeter," ujar Kepala BPB Linmas Kota Surabaya, Eddy Christijanto.

Eddy menjelaskan, selain karena hujan deras, banjir di Jalan Mayjen Sungkono terjadi karena timbunan sampah di Kompleks Darmo Park II. Sementara pintu air di kompleks pertokoan itu hanya satu.

“Sampahnya banyak sekali. Ada kayu, botol dan plastik. Sampah-sampah itu masuk ke saluran. Saya lihat elevasi salurannya itu kosong. Kemungkinan besar air tidak mengalir karena terhambat sampah-sampah itu,” ucapnya.

Menurut Eddy, penyebab kedua yaitu disinyalir pembukaan pintu air di kompleks tersebut terlambat. “Ini sudah kita buka, sampahnya kita bersihkan, sehingga genangan dengan cepat surut,” ujarnya.

Banjir Surabaya

Pemkot Surabaya Kerahkan 200 Pompa

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengerahkan 200 pompa agar banjir bisa segera surut. Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur Kota Surabaya pada Rabu sore kemarin.

Tak ada korban jiwa dalam bencana banjir itu. Namun, kendaraan roda dua milik warga banyak yang mogok akibat menerobos banjir.

"Sekitar 200-an pompa air sudah dikerahkan untuk menyurutkan banjir. Banjir terparah terjadi di Darmo Park 2," ujar Kabid Pematusan Dinas PU Bina Marga Surabaya Samsul Hariadi.

Upaya Pemkot Surabaya Atasi Banjir

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, M Fikser menjelaskan, Pemkot Surabaya belum mampu membuat box culvert yang besar seperti standar agar setiap hujan air bisa segera disalurkan. Pihaknya masih komunikasi dengan pengembang pemilik areal untuk memasang box culvert.

"Kita harus bongkar pagar untuk pasang box culvert sekitar 2 meter di situ. Kepala Dinas PU sudah tiga kali berkomunikasi dengan mereka, tapi belum ada titik temu. Kita ingin di situ pasang box culvert, pagarnya nanti kita bongkar setelah itu kita bangun kembali," kata mantan Kabag Humas Pemkot Surabaya itu.

Puluhan sepeda motor yang diparkir di Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya terendam banjir akibat hujan deras, Rabu. (foto: iNews.id/Ihya' Ulumuddin)

Menurut Fikser, sebenarnya air di ujung kawasan Jalan Mayjen Sungkono tersebut semua akan ditarik ke rumah pompa Gunungsari. Di rumah pompa Gunungsari ada empat pompa kapasitas tiga kubik dan dua pompa sela kapasitas setengah kubik.

"Ini berfungsinya untuk menarik air di kawasan Jalan Mayjen Sungkono dan sekitar ke rumah pompa. Kemudian air dibuang ke Sungai Surabaya," katanya.

Banjir Surabaya Ramai di Medsos

Pemkot Surabaya meminta netizen yang mengunggah gambar banjir di media sosial (medsos) fair. Sebab, unggahan soal banjir Surabaya di medsos membuat heboh dan dapat menimbulkan mispersepsi.

"Kan harus fair. Kalau orang fotonya hari itu naik. Yang foto harus fair kalau sudah kering harus di-upload juga. Memang ada genangan, kita akui faktanya ada, tapi cepat teratasi seiring hujan selesai," kata Fikser.

Menurut Fikser, kata banjir menimbulkan persepsi yang lain di masyarakat. Sebab, sambung Fikser, apa yang terjadi kemarin adalah genangan. Karena selesai hujan turun, airnya juga surut.

"Sekitar 1 jam surut. Memang banyak faktor penyebab genangan salah satunya adanya sumbatan. Teman-teman bekerja terus. Pasukan dikerahkan di lapangan untuk membantu masyarakat. Siapa tahu ada masyarakat yang kendaraannya macet atau mogok, ya dibantu," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini