WASHINGTON - Ribuan perempuan berpawai di berbagai kota di seluruh AS dalam aksi tahunan Women's March keempat untuk menyuarakan berbagai isu, termasuk kesetaraan gender dan hak-hak asasi perempuan.
Aksi unjuk rasa berlangsung di puluhan kota, termasuk Washington DC, di mana Women's March pertama pada 2017, yang berlangsung sehari setelah pelantikan Presiden Donald Trump, diikuti ratusan orang.
Tiga tahun lalu, para demonstran yang mengenakan topi rajutan warna merah muda memulai aksi tersebut. Topi rajutan itu kemudian menjadi simbol sentimen perempuan anti-Trump.
Evelyn Yang, istri kandidat presiden partai Demokrat, Andrew Yang menyerukan "perubahan struktur besar-besaran," dalam pidatonya di Washington, Sabtu 18 Januari 2020.
Peserta pawai Women's March di Washington tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu ketika sekitar 100.000 orang berunjuk rasa di dekat Gedung Putih. Seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak peserta aksi menyuarakan tentangan mereka terhadap Trump dan kebijakan-kebijakannya.
(Salman Mardira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.