nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keraton Baru Banyak Bermunculan Disebut seperti Zombi

Bramantyo, Jurnalis · Selasa 21 Januari 2020 02:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 20 512 2155781 keraton-baru-banyak-bermunculan-disebut-seperti-zombi-yNChHLz1pV.jpg Putri Pakubuwono XII, Wandasari dan Ketua Masyarakat Adat Keraton Nusantara Eddy Wirabumi (Foto : Okezone.com/Bramantyo)

SOLO - Putri Pakubuwono XII Raja Keraton Kasunanan Surakarta GKR Wandansari mengibaratkan munculnya keraton-keraton baru belakangan ini seperti zombi-zombi yang siap menebar virus untuk merusak sejarah bangsa.

"Inikan repot, membohongi publik dan sudah merusak sejarah bangsa," kata Wandansari yang akrab disapa Gusti Moeng, Senin (20/1/2020).

Moeng mencontohkan Kasultanan Pajang yang kembali muncul. Menurut Moeng, dirinya pernah mendatangi petilasan dari keraton yang didirikan oleh Joko Tingkir tersebut.

Keraton Agung Sejagat

Saat mendatangi lokasi tersebut, di sebelah petilasan, dirinya melihat adannya sebuah bengkel. Dan ternyata, bengkel yang dilihatnya tersebut kediaman dari Suradi.

Awalnya, dirinya mendengar bila Suradi akan membangun sebuah Wahana, bukannya Keraton Kasultanan Pajang. Namun, Suradi justru menyulap kediamannya menjadi sebuah keraton melalui Yayasan yang didirikannya.

Gusti Moeng sempat memprotes Suradi. Moeng pun sempat mempertanyakan gelar yang di sandang Suradi yaitu Sultan Prabu Hadiwijaya Khalifatullah IV.

Menurut Moeng, bila Suradi menganggap dirinya Sultan keturunan dari Kasultanan Pajang, tentu Suradi paham betul bila Kasultanan Pajang itu sudah berpindah ke Kotagede. Sebelum akhirnya pindah ke Kartosuro dan berakhir ke desa Sala yang saat ini menjadi Surakarta hingga saat ini.

"Memang secara hukum Indonesia, jelas telah jadi yayasan. Ya sudah lakukan dengan yayasan-mu itu sendiri. Tapi jangan ngericuhi orang-orang yang ada dipetilasan Kasultanan Pajang," kata Moeng yang juga Ketua Lembaga Dewan Adat Kraton Kasunanan Surakarta.

Moeng meminta masyarakat untuk lebih waspada dengan munculnya pihak-pihak yang mengatasnamakan Kraton-kraton yang sudah mati hidup kembali.

Senada dengan Moeng, Ketua Masyarakat Adat Keraton Nusantara KPH Eddy Wirabumi mengatakan sejarah Kasultanan Pajang itu sudah berakhir.

Dalam kasus Kasultanan Pajang, Eddy melihat hampir sama dengan kasus yang ada di Purworejo, yaitu adannya pembiyaran dari Pemerintah. Sehingga, sudah saatnya keraton-keraton baru itu ditertibkan.

Menurut Eddy, munculnya keraton baru, termasuk Kasultanan Pajang sudah membuat kacau. Bila Suradi menyebut yang menambalkan atau mengangkat dirinya sebagai Sultan Pajang adalah Bre Demak, maka pertanyaannya Bre Demak yang menambalkannya itu siapa, apakah seorang Raja di Demak.

"Terus kemudian, katakan pusaka, apakah iya itu pusaka dari Pajang, Kemudian bagaimana pusaka itu ada di bersangkutan, yang bersangkutan ini siapa?" kata Eddy.

Yang terpenting, ungkap Eddy, adalah hubungan genetik dengan yang dulu bagaimana. Karena secara adat dan tradisi budaya, bahkan secara ke tata negaraan jaman yang namannya pajang itu sudah berakhir.

"Jadi kalaupun dia secara genetik ada keturunan ada garisnya, tapi didalam kontek negara sudah selesai," pungksnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini