nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran Sebut Rudal yang Menembak Pesawat Ukraina Buatan Rusia

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 13:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 23 18 2157123 iran-sebut-rudal-yang-menembak-pesawat-ukraina-buatan-rusia-Pa9IMamWb3.jpg TOR-M1, sistem rudal buatan Rusia yang digunakan Iran tebak pesawat penumpang Ukraina. (Foto/Reuters)

TEHERAN - Iran mengakui bahwa rudal anti-pesawat yang ditembakkan pasukannya ke sebuah pesawat penumpang Ukraina awal bulan adalah buatan Rusia.

Organisasi Penerbangan Sipil Iran, yang memimpin penyelidikan atas kecelakaan mematikan itu, mengatakan dalam laporan awal bahwa rudal diluncurkan dari sistem pertahanan udara TOR-M1.

Pada 2017, Associated Press melaporkan, Iran menerima pengiriman 29 unit TOR-M1 dari Rusia berdasarkan kontrak senilai sekitar USD700 juta (sekira Rp9,5 triliun).

Baca juga: Kanada Desak Iran Kirim Kotak Hitam Pesawat Ukraina yang Ditembak ke Prancis

Baca juga: Pemimpin Tertinggi Iran Bela Pasukan Revolusi yang Menembak Pesawat Berpenumpang 176 Orang

Laporan Organisasi Penerbangan Sipil Iran menyebut, "Dampak dari rudal pada kecelakaan dan analisis tindakan ini sedang diselidiki."

Foto/Reuters

Rudal Iran menghantam pesawat Boeing 737-800 milik maskapai penerbangan Ukraina, Ukraine International Airlines pada 8 Januari 2020, dan menyebabkan ledakan. Seluruh 176 orang di dalam pesawat tewas.

Namun api yang dihasilkan dari ledakan tidak mencapai dalam kabin, tambah laporan itu, berdasarkan kondisi puing-puing pesawat.

Sistem pertahanan udara jarak pendek TOR, diberi nama kode SA-15 oleh NATO, dirancang selama era Soviet untuk menembak jatuh pesawat.

Rudal dipasang pada kendaraan, dan membawa radar serta delapan rudal. Setiap kendaraan dapat beroperasi secara mandiri. Sistem ini memiliki jangkauan hingga 12 km dan dapat mencapai target udara dengan pada ketinggian sekitar 19.700 kaki.

Para pejabat Iran telah memberikan komentar yang bertentangan tentang apakah mereka akan mengirim data penerbangan pesawat dan perekam suara kokpit ke luar negeri untuk dianalisis.

Laporan awal oleh Organisasi Penerbangan Sipil mengatakan para pejabat Iran telah meminta otoritas Prancis dan Amerika untuk mengirimkan peralatan terbaru untuk menarik data di Iran.

Selama akhir pekan, Hassan Rezaeifar, pejabat yang memimpin penyelidikan, dikutip oleh kantor berita IRNA, "perekam penerbangan dari Boeing Ukraina ada di tangan Iran dan kami tidak memiliki rencana untuk mengirimkannya."

Namun Hassan, dikutip kantor berita Tasnim mengatakan perekam pesawat akan dikirim ke Ukraina, di mana para ahli Perancis, Amerika dan Kanada akan membantu menganalisis.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini