nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikenakan Pasal Berlapis, Pemutilasi Pelajar di Bengkulu Terancam 20 Tahun Bui

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 15:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 23 340 2157243 dikenakan-pasal-berlapis-pemutilasi-pelajar-di-bengkulu-terancam-20-tahun-bui-sxHWP2MURJ.jpg Penemuan mayat pelajar dimutilasi di Bengkulu (Foto: Ist)

BENGKULU - Yo (30) tersangka dugaan pembunuhan disertai mutilasi terhadap Astrid Aprilia (15), siswi asal Gang Palem Kelurahan Sukaraja Kecamatan Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu, dikenakan pasal berlapis.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika mengatakan, tersangka dikenakan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas, UU 23 Tahun 2002, tentang Perlindungan Anak, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 365 KUHP Ayat 3.

''Tersangka dikenakan pasal berlapis dengan ancaman kurungan 20 tahun,'' kata Jeki, saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (23/1/2020).

Baca Juga: Tersangka Pembunuhan Disertai Mutilasi Sempat Lucuti Pakaian Korban

Korban, kata Jeki, dibunuh tersangka dengan cara dicekik menggunakan kedua tangannya. Setelah dicekik korban dimutiliasi menjadi beberapa bagian. Selanjutnya, bagian tubuh korban dimasukkan kedalam karung.

Sebelum dibuang di bawah jembatan aliran sungai Air Merah Kecamatan Curup Tengah, jelas Jeki, jasad korban sempat dititipkan di salah satu rumah saksi di daerah tersebut. Selanjutnya, jasad korban langsung dibawa menggunakan mobil angkutan kota (angkot) milik tersangka.

''Jasad korban yang sudah dimutilasi sempat dititipkan di salah satu rumah saksi. Setelah itu baru dibuang ke bawah jembatan aliran sungai Air Merah,'' jelas Jeki.

Tersangka, lanjut Jeki, diduga tega menghabisi nyawa korban dengan cara membunuh dan dimutilasi, lantaran ingin menguasai harta benda milik korban. Di mana dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti, seperi emas, handphone, sepeda motor.

Dalam kasus dugaan pembunuhan tersebut, terang Jeki, tersangka bekerja secara sendiri tanpa melibatkan orang lain. Namun, kata Jeki, hal tersebut akan dikembangkan kembali, apakah ada keterlibatan tersangka lain dalam kasus tersebut.

''Kita masih mengembangkan kasus ini. Apakah ada keterlibatan tersangka lain atau tidak. Untuk sementara tersangka membunuh korban sendiri,'' pungkas Jeki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini