nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kronologi Siswi Bengkulu Dimutilasi lalu Tubuhnya Dibuang ke Sungai Air Merah

Demon Fajri, Jurnalis · Kamis 23 Januari 2020 16:58 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 23 340 2157289 kronologi-siswi-bengkulu-dimutilasi-lalu-tubuhnya-dibuang-ke-sungai-air-merah-KmRqWI7o6W.jpg Evakuasi jasad korban mutilasi di Bengkulu. (Foto: Okezone.com/Demon Fajri)

BENGKULU - Astrid Aprilia (15), siswi asal Gang Palem, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, diduga dibunuh sopir angkot berinisial Yo (30), dengan cara dicekik. Jasad korban lalu dimutilasi menjadi beberapa bagian.

Untuk menghilangkan jejak, potongan tubuh dimasukkan ke dalam karung kemudian dibuang ke bawah jembatan di atas Sungai Air Merah oleh tersangka.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika mengatakan, korban sudah mengenal tersangka sejak masih SMP, karena sering naik angkot tersangka untuk ke sekolah.

''Dugaan sementara tersangka menghabisi nyawa korban untuk menguasi harta benda milik korban. Ini diketahui setelah adanya barang milik korban pada tersangka,'' kata Jeki saat dikonfimasi Okezone, Kamis (23/1/2020)

Keterangan dari kepolisian, pembunuhan diduga dilakukan pada Sabtu 9 November 2019 di rumah tersangka di Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur.

(Foto: Okezone.com/Demon Fajri)

Kronologinya, Jumat 8 November, Astrid diminta oleh Yo datang ke rumahnya untuk dititipkan kado agar diberikan ke rekan korban.

Tanpa pikir panjang, Astrid pun datang sendiri ke rumah tersangka menggunakan sepeda motor. Korban sempat berpamitan pada neneknya untuk pergi ke tempat fotokopi sebelum berangkat.

Baca juga: Dikenakan Pasal Berlapis, Pemutilasi Pelajar di Bengkulu Terancam 20 Tahun Bui

Saat tiba di rumah Yo, korban mengambil air minum di belakang rumah tersangka. Namun tak lama berselang, tersangka mendekati korban dan langsung mencekik leher Astrid hingga tak berkutik. Pelaku lalu melucuti pakaian korban untuk dimutilasi. Jasad korban lalu dibuang ke Sungai Air Merah di Kecamatan Curup Tengah.

Setelah membunuh dan memutilasi korban, tersangka kembali beraktivitas seperti biasa membawa angkot.

Pada Selasa 19 November 2019, tersangka meminta tebusan Rp100 juta kepada anggota keluarga korban. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi.

Pada Desember 2019, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Rejang Lebong. Polisi akhirnya menyelidiki kasus ini. Lewat petunjuk kartu seluler korban yang masih aktif, tim penyidik berhasil melacak keberadaan tersangka. Minggu 19 Januari 2020, tersangka ditangkap saat mengendarai angkot.

Dari hasil interogasi terungkap bahwa Astrid sudah dibunuh dan tubuhnya dibuang. Jasad korban baru ditemukan pada Selasa 21 Januari 2020 dalam kondisi tak utuh bahkan ada yang tinggal tulang belulang. Saat ini tengkorak kepala dan bagian tulang belulang korban telah di bawa ke RSUD M Yunus Bengkulu, untuk diautopsi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini