nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Divonis Bersalah, Begini Kondisi Psikis Pelajar Pembunuh Begal di Malang

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 24 Januari 2020 00:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 01 23 519 2157444 divonis-bersalah-begini-kondisi-psikis-pelajar-pembunuh-begal-di-malang-AHJSsO4TqN.jpg Pelajar berinisial ZA saat jalani sidang (foto: Okezone.com/Avirista)

MALANG - Kondisi psikis pelajar pembunuh begal di Malang pasca-sidang vonis putusan majelis hakim, dinilai masih dalam tahap yang stabil. Penilaian ini didasari pada cara komunikasi ZA yang dinilai Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan tim kuasa hukum cukup tenang menghadapi tuntutan.

Pendamping petugas Bapas untuk kasus ZA, Indung Budianto menyatakan, bahwa semenjak menjalani sejumlah rangkaian sidang, kondisi psikis ZA sudah normal.

"Kalau sekarang sudah normal, kemarin saat kejadian awalnya syok dan masih labil saat diwawancarai dan dimintai keterangan," ujar Indung ditemui awak media, usai sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kamis (23/1/2020).

 Baca juga: Seperti Apa Hukuman Pembinaan 1 Tahun pada Pelajar Pembunuh Begal?

Pihak Bapas hingga kini belum melakukan asesmen terkait kondisi kejiwaan ZA. Meski demikian, Indung mengaku telah menyiapkan sejumlah psikiater untuk menangani psikis pelajar pembunuh begal ini bilamana diperlukan.

"Kita belum asesment secara psikisnya, karena dia tidak tergoncang terlalu berat, tetapi sudah kita siapkan kalau diperlukan. Sudah ada tim. Nanti kita asesment dari Bapas," lanjutnya.

 Baca juga: Kuasa Hukum Pelajar Pembunuh Begal Sayangkan Vonis Hakim

Di sisi lain, tim kuasa hukum ZA, Bhakti Riza Hidayat menyatakan meski secara fisik ZA cukup lelah tapi kondisi psikologisnya, dinilainya cukup stabil.

Sebagai informasi pelajar pembunuh begal ZA divonis bersalah oleh majelis hakim yang dipimpin oleh Nuny Defiary. ZA dijerat dengan pasal 351 ayat 3 mengenai penganiyaan yang menyebabkan kematian dan harus menjalani hukuman pembinaan di LKSA selama satu tahun.

Kasus hukum yang menimpa ZA ini berawal pada pada Minggu malam 9 September 2019 keluar bersama pacarnya di kebun tebu Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dihadang oleh sekelompok kawanan pembegal.

Dua orang mencoba merampas sepeda motornya dan handphone ZA. Tak cukup disana saja, pelaku juga berusaha memperkosa pacar ZA yang berinisial V.

Namun korban ZA memberikan perlawanan dan menusukkan pisau yang diambilnya dari dalam jok sepeda motor miliknya hingga menewaskan seorang begal bernama Misnan. Alhasil dua pelaku begal lainnya pun melarikan diri melihat rekannya.

Sehari setelahnya polisi mengamankan ZA dan menetapkan tersangka atas dugaan penganiyaan hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Namun lantaran masih berstatus pelajar ZA tak di penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini