nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cerita Dokter di Wuhan dan Kesaksiannya soal Penyebaran Virus Korona yang Mengkhawatirkan

Jum'at 24 Januari 2020 11:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 24 18 2157596 cerita-dokter-di-wuhan-dan-kesaksiannya-soal-penyebaran-virus-korona-yang-mengkhawatirkan-RFNiZHsbJE.jpg Petugas merawat pasien terinfeksi virus korona di China. (Foto/Reuters)

WUHAN - Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) telah memperbarui jumlah kasus infeksi virus korona baru di seluruh negeri menjadi 830 kasus terkonfirmasi, 25 korban meninggal dunia, dan 8.420 kasus “kontak jarak dekat” dengan pasien.

Pengumuman itu disampaikan NHC setelah Pimpinan Badan Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan wabah virus korona jenis baru, yang untuk saat ini disebut sebagai 2019-nCoV, belum dapat dimasukkan dalam status “darurat global”.

Seorang dokter di rumah sakit Wuhan menceritakan pengalamannya kepada BBC News tentang kekhawatirannya ketika wabah itu mulai menyebar:

Dalam laporannya itu, BBC tidak mencantumkan nama dokter tersebut dengan alasan keamanan.

Foto/Reuters

Ini adalah kasus epidemi pertama yang saya terlibat. Saya pertama kali mendengar virus corona pada 31 Desember 2019, ketika muncul beberapa kasus.

Baca juga: 830 Kasus Virus Korona Terkonfirmasi, Korban Meninggal Bertambah Jadi 25 Orang

Baca juga: Singapura Konfirmasi Kasus Pertama Virus Korona Wuhan di Negaranya

Namun dalam dua pekan terakhir, ada tingkat penyebaran yang mengkhawatirkan. Saya takut karena ini adalah virus baru dan angkanya mengkhawatirkan.

Rumah sakit telah dibanjiri pasien, ada ribuan, dan saya belum pernah melihat begitu banyak sebelumnya.

Mereka harus menunggu berjam-jam sebelum menemui dokter—Anda dapat membayangkan kepanikan mereka.

Ini virus baru, jadi tidak banyak informasi.

Masa inkubasi biasanya tujuh hari, dengan periode minimum dua hingga tiga hari dan periode maksimum 10 hingga 12 hari.

Foto/Reuters

Virus ini menyebar melalui penularan dari manusia ke manusia dan ada juga akibat infeksi yang dialami staf medis.

Virus dapat bermutasi, sehingga ada risiko penyebaran lebih lanjut.

Foto/

Para dokter spesialis di sini sudah membuat panduan cepat untuk mendiagnosa dan perawatan setelah mempelajari para pasien yang dirawat.

Demam adalah gejala utama akibat virus ini. Batuk kering, sesak napas, dan diare adalah gejala utama lainnya. Beberapa pasien mengalami pilek.

Pasien yang terpapar parah mengalami masalah pernapasan akut, septic shock, dan seperti yang kita ketahui. Tetapi kebanyakan pasien memiliki prognosis yang baik.

Virus ini lebih berbahaya untuk orang tua, orang hamil atau orang-orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Pemerintah China sudah merespons dengan baik untuk mencoba menghentikan penyebaran virus.

Di luar rumah sakit, saya nyaris tidak melihat orang-orang yang hilir-mudik di jalanan. Kami diberitahu agar tidak berkumpul atau berkerumun.

Perayaan Tahun Baru Imlek, dalam skala tertentu, juga sudah dibatalkan.

Kami diberitahu dua hari yang lalu agar tidak ke rumah sakit, karena risiko penyebaran virus.

Apabila kita meninggalkan rumah kita, kita harus memakai masker. Apabila kita tidak mengenakannya dianggap melawan hukum.

Foto/Reuters

Kami tidak ingin membawa putra kami yang berumur dua tahun ke luar rumah. Dia sekarang tidur dan kami berusaha melindunginya sedemikan rupa, mencuci tangannya hingga menghindari kontak dengan orang-orang di luar.

Saya takut akan terjadi sesuatu pada anak saya. Saya khawatir dengan jumlah kematian yang terus meningkat.

Saya pergi ke supermarket untuk membeli makanan, tetapi tidak ada yang tersisa, tidak ada sayuran, dan di mana-mana pusat penjualan makanan tutup.

Semua pintu keluar-masuk kota telah ditutup, tidak ada orang yang keluar masuk atau keluar. Orang tidak diizinkan pergi. Kami tidak tahu berapa lama ini akan berlangsung.

Biasanya, Wuhan adalah tempat yang nyaman untuk ditinggali. Saya bangga dengan profesi dokter.

Tetapi saya khawatir ini akan semakin buruk. Tidak ada obat anti-virus, jadi kita hanya bisa mengobati secara simtomati—mengurangi demam dan jangan sampai mengalami dehidrasi.

Saat ini, semua orang fokus kepada upaya pencegahan.

Masyarakat yang memperoleh berbagai pesan dari pihak berwenang melalui telepon genggam, yang antara lain disarankan agar melakukan tindakan pencegahan dan apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala-gejala terjangkit virus itu.

Upaya pembatasan sulit dilakukan karena masa inkubasi satu minggu - masyarakat mungkin bepergian tanpa menyadari bahwa mereka sudah terjangkiti virus.

Ini artinya jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi kemungkinan lebih tinggi.

Kami berencana tinggal di rumah, tidak membawa anak kami ke luar. Kami akan fokus pada kebersihan, serta beberapa latihan ringan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita.

Sejumlah mahasiswa telah membeli tiket untuk pulang ke kampung halaman untuk merayakan Imlek, tetapi mereka memutuskan tidak bisa pergi sekarang. Semua orang terjebak di sini dan tidak bisa pergi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini