nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moncong Ikan Marlin Tembus Leher Remaja di Buton

Jum'at 24 Januari 2020 20:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 24 340 2157957 moncong-ikan-marlin-tembus-leher-remaja-di-buton-cVPluzFtOP.jpg Leher Idul tertancap moncong ikan marlin (Foto : BBC Indonesia)

BUTON -  Malang benar nasib Muhammad Idul (16) yang lehernya tertembus moncong ikan marlin. Mocong runcing sepanjang 75 cm itu meluncur cepat dari laut dan menembus lehernya ketika ia tengah menyalakan senternya.

Hari ketiga setelah menjalani operasi pencabutan moncong ikan marlin, kondisi Muhammad Idul kian membaik. Dia tak lagi merasakan nyeri di lehernya dan sudah bisa tersenyum.

Saat ditemui di rumah sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis 23 Januari, Idul mengaku "sudah membaik", meski dia belum bisa menggerakkan kepalanya ke arah kanan.

Muhammad Idul, siswa kelas dua sekolah menengah pertama (SMP) di Desa Wakinamboro, Kecamatan Siompu, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, menjalani operasi untuk mengeluarkan moncong ikan yang menancap di lehernya.

Leher Idul tertancap ikan marlin (Foto : BBC Indonesia)

Ditangani lima orang dokter ahli, moncong ikan sepanjang kurang-lebih 15 cm, yang menancap di lehernya sebelah kiri, berhasil dikeluarkan, dalam operasi yang berlangsung satu jam lebih.

Usai dioperasi, selama moncong ikan yang runcing itu menancap di lehernya dan menembus ke belakang, dia mengaku didera rasa sakit, nyeri, apalagi jika dia bergerak.

"Sakit sekali. Apalagi jika bergerak, sedikit saja, tambah sakit," katanya lirih seperti dilansir dari BBC Indonesia.

Baca Juga : Dinkes Jabar Tetap Waspada Penyebaran Virus Korona

Moncong ikan marlin itu, menancap di leher Idul, Sabtu 18 Januari 2020, sekira pukul 22.00 Wita. Saat itu, dia bersama teman sekolahnya, Sardi, turun ke laut untuk memancing ikan, dengan naik perahu masing-masing.

"Perahu Sardi duluan, saya menyusul di belakangnya. Kami naik perahu, sekitar 500 meter dari pantai. Tiba-tiba Sardi menyalakan lampu senter," ungkapnya, mulai berkisah.

"Spontan ikan itu loncat di perahu saya hingga moncongnya tembus leher saya," tutur anak kedua dari empat bersaudara itu.

Idul mengaku langsung jatuh ke laut akibat terdorong oleh gerakan ikan tersebut.

Ia lantas berusaha memegang ikan itu sekuat tenaga agar tidak bergerak, sehingga moncong yang menancap di lehernya, tidak semakin dalam.

"Saya panggil Sardi untuk menolongku. Awalnya saya mau cabut, tapi Sardi larang, karena tidak ada darah keluar. Jadi kami segera kembali ke darat," terang Idul.

Ia menambahkan, mereka kembali ke darat dengan berenang, sambil memegang ikan yang panjangnya sekitar 75cm dengan berat sekitar satu kilogram.

Semula, mereka mau naik perahu, tapi Idul tidak mampu lagi naik ke perahu.

Dibantu Sardi dan empat orang rekannya yang menunggu di pantai, Idul diantar pulang ke rumahnya, yang jaraknya sekitar lima kilometer dari pantai.

Ikan itu dililitkan di kepalanya hingga tiba di rumah.

"Saat saya buka pintu, saya langsung turun mau ambil ikan itu, saya kira hasil pancingannya. Dia (Idul) langsung bilang, 'jangan, moncongnya menancap di leherku'. Saya kaget dan panik," kata Saharuddin (42), ayah Idul.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini