nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Investasi Bodong di Bondowoso Gunakan Pola MLM

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 25 Januari 2020 14:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 25 519 2158199 investasi-bodong-di-bondowoso-gunakan-pola-mlm-aIVlddRbpG.jpg ilustrasi

BONDOWOSO - Satreskrim Polres Bondowoso masih terus mengembangkan kasus investasi bodong, yang menyeret seorang ibu rumah tangga menjadi tersangka.

Kasatreskrim Polres Bondowoso AKP Jamal menyatakan, pihaknya masih menelusuri aliran dana investasi bodong yang merugikan hingga Rp2,8 miliar.

Menurutnya, pola investasi bodong ini seperti pola multi level marketing (MLM), di mana pesertanya ada tingkatan berantai dan bermuara ke tersangka yang telah ditangkap polisi.

"Semua aliran ini arahnya ke tersangka. Kami masih mengembangkan dan memeriksa saksi-saksi dan korban. Termasuk kalau ada pelaku lainnya," ungkap Jamal saat dikonfirmasi, Sabtu (25/1/2020).

Hingga kini, setidaknya ada lima korban yang telah melaporkan penipuan berkedok investasi di bidang properti ini. Total nilai kerugian yang dialami peserta investasi bodong dengan modus menanamkan modal di PT Anak Seribu Pulau, mencapai kisaran Rp2,8 miliar.

"Satu peserta ada yang berinvestasi sampai Rp700 juta. Jika dihitung dari nilai investasi ya sekitar Rp2 miliar-lah, hingga kini masih kita gali dari sejumlah saksi dan keterangan korban," tuturnya.

Sebagai informasi sebelumnya kepolisian mengamankan dan menetapkan tersangka seorang ibu rumah tangga bernama Shinta Adi Susiantika (32) warga Jalan Ki Mangunsarkoso, Kelurahan Tamansari, Bondowoso, lantaran laporan investasi bodong.

Baca Juga : Investasi Bodong di Bondowoso Terbongkar, Kerugian Korban Mencapai Rp2,8 Miliar

Shinta mengiming-imingi para korban untuk berinvestasi di PT Anak Seribu Pulau, yang bergerak di bidang properti. Pelaku mengiming - imingi keuntungan 20 persen, dari nilai total yang diinvestasikan. Bahkan Shinta menjanjikan keuntungan ini akan diberikan setiap bulannya.

Saat ditelusuri, ternyata PT Anak Seribu Pulau yang dicatut Shinta, merupakan perusahaan fiktif. Bahkan PT Anak Seribu Pulau tak mengantongi izin perusahaan, ia hanya mengantongi izin toko Inara Shop, yang bergerak di bidang perdagangan karet dan kasur.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini