Bentrok Ormas di Sukabumi Berawal dari Salah Paham

iNews TV, MNC Media · Minggu 26 Januari 2020 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 26 525 2158484 bentrok-ormas-di-sukabumi-berawal-dari-salah-paham-ZlWuuXLJL5.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

SUKABUMI – Bentrok yang melibatkan dua organisasi masyarakat (ormas) di Kampung Santong, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), ternyata dipicu oleh kesalahpahaman. Terjadi pembacokan yang mengakibatkan tiga orang luka-luka hingga membuat bentrokan meluas.

Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap tiga pelaku yang telah diamankan, yakni RT alias T (25), DF alias H (29), dan RM alias E (25). Mereka ditangkap karena menganiaya tiga korban berinisial M (30), Y (26), dan H (34).

Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Wisnu Prabowo menjelaskan, kronologi bentrokan tersebut berawal saat kelompok korban dan pelaku cekcok mulut karena adanya kesalahpahaman. Ketiga pelaku tersinggung dengan ucapan ketiga korban.

“Ini berbuntut kepada pembacokan yang dilakukan tiga tersangka terhadap tiga korban,” kata Wisnu Prabowo melansir iNews TV, Minggu (26/1/2020).

Akibat bentrok ini ratusan anggota ormas yang merupakan rekan ketiga korban melakukan aksi balas dendam dengan menyerang posko ormas yang menaungi ketiga pelaku pada Jumat 24 Januari 2020 hingga berlanjut pada Sabtu 25 Januari 2020.

Petugas gabungan dari Polres Sukabumi Kota, Polres Sukabumi, Polres Cianjur, dan Polda Jabar langsung mengantisipasi dengan melakukan penyekatan di jalur-jalur perbatasan serta pengamanan di beberapa titik. Dengan begitu, kubu dari dua ormas tersebut tidak saling bertemu.

Aksi saling lempar batu sempat terjadi. Namun, petugas gabungan dengan sigap meredamnya. Satu persatu anggota dua ormas tersebut membubarkan diri dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian.

Kapolda Jabar, Irjen Rudi Sufahriadi turun tangan untuk memantau situasi. Dia mengimbau kepada dua ormas agar membubarkan diri. Personel bersenjata lengkap pun diterjunkan untuk mencegah bentrokan berulang.

“Kami mengimbau kepada dua kubu ormas agar bisa menahan diri dan tidak terprovokasi,” tuturnya.

Para pelaku kemudian dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 2 KUHP dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun dan Pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini