nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tergiur Ingin Jadi ASN, 4 Warga Ditipu Oknum Staf Poltekes hingga Rp163 Juta

Ade Putra, Jurnalis · Senin 27 Januari 2020 23:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 27 340 2159152 tergiur-ingin-jadi-asn-4-warga-ditipu-oknum-staf-poltekes-hingga-rp163-juta-nFmAeeQDWW.jpg Foto Ilustrasi Okezone

PONTIANAK - Misnadi alias Adi, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Poltekes Pontianak, Kalimantan Barat terpaksa berurusan dengan hukum. Warga Jalan 28 Oktober, Pontianak Utara itu ditangkap anggota Reskrim Polsek Pontianak Timur.

Pria 36 tahun itu ditangkap karena telah menipu empat anggota keluarga Achmad Radja Tahir. Empat keluarga Achmad ditipu Adi sehingga kerugian ratusan juta rupiah.

Kejadian itu bermula saat Adi mengaku bisa membantu meloloskan calon ASN di Departemen Kesehatan. Achmad yang tergiur dengan iming-iming itu pun akhirnya luluh. Tak pikir panjang, ia mau menggunakan jasa Adi.

Uang sebanyak Rp163 juta diserahkan kepada Adi. Uang itu sebagai pembayaran dimuka untuk kepengurusan administrasi agar dua anak, dan dua keponakan Achmad bisa jadi ASN dengan bantuan Adi.

“Pelaku ini menjanjikan bisa menjadikan anak dan keponakan pelapor sebagai ASN di Departemen Kesehatan tahun 2018,” jelas Kapolsek Pontianak Timur, Kompol Sunaryo kepada sejumlah wartawan, Senin (27/1/2020).

 Penangkapan

Sunaryo mengatakan, Achmad percaya saja dengan Adi. Karena Adi dikenal anak dan keponakannya sewaktu masih menempuh pendidikan di Poltekes Pontianak.

"Karena percaya, uang Rp163 juta itu diserahkan di sebuah kafe di Pontianak Timur, Januari 2018 lalu. Informasinya uang itu untuk DP (bayar dimuka-red) empat orang yang mau dijadikan ASN. Setelah jadi ASN, baru ada yang lain (pembayaran lagi, red),” bebernya.

Janji manis itu hanya di bibir saja. Empat yang dijanjikan jadi ASN, tak kunjung ditepati. Melalui jalur honorer menjadi ASN di Poltekes Pontianak tahun 2018 dan 2019 pun tak tersedia. Kala itu, membuat Achmad mulai curiga. Keberadaan Staf Poltekes Pontianak ini dicari untuk diminta mengembalikan kerugian.

Adi susah dihubungi. Didatangi tempat tinggalnya pun dia tak pernah ada. Sampai akhirnya, kesabaran Achmad habis. Emosinya memuncak. Adi kemudian dilaporkan ke Mapolsek Pontianak Timur.

"Korban ini warga Kabupaten Mempawah. Karena tak ada itikad baik, korban jauh-jauh ke sini (Polsek Pontianak Timur-red) untuk melaporkan kejadian," jelas Sunaryo.

Setelah laporan polisi itu diterima, Sunaryo memerintahkan anggota Unit Reskrim Polsek Pontianak Timur untuk melakukan penyelidikan. Keberadaan Adi pun mulai diburu. Akhirnya, Adi berhasil diringkus di kediamannya, pada 20 Januari 2020 lalu.

"Pelaku sudah ditangkap. Hasil penyelidikan, ternyata korbannya tak cuma empat orang ini. Tapi ada juga korban yang merupakan warga di luar wilayah hukum Polsek Pontianak Timur. Kerugiannya cukup besar, diperkirakan ratusan juta," ungkap Sunaryo.

Kepada polisi, Adi mengaku uang hasil kejahatan itu digunakannya untuk keperluan pribadi. Saat ini, pelaku sudah mendekam di balik jeruji besi.

“Kami jerat dia dengan Pasal 378 dan 372 KUHP pidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini