Polda Jabar Runtuhkan Kerajaan Sunda Empire

CDB Yudistira, Okezone · Selasa 28 Januari 2020 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 525 2159682 polda-jabar-runtuhkan-kerajaan-sunda-empire-byDLipO9H7.jpg Polda Jabar manangkap dua petinggi Sunda Empire (foto: Okezone.com/CDB)

BANDUNG - Setelah belakangan ini ramai soal kehadiran kerajaan Sunda Empire, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, tahan petinggi Sunda Empire. Alasan polisi menahan petinggi Sunda Empire, karena telah menyebarkan berita bohong atau hoax, yang menyebabkan kegaduhan di masyarakat.

"Ada tiga orang yang kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Saptono Erlangga kepada wartawan, Selasa (28/1/2020).

 Baca juga: Polisi Periksa 11 Saksi Terkait Sunda Empire

Mereka yang ditetapkan tersangka diantaranya Nasri Bank sebagai Perdana Menteri, Raden Ratna Ningrum sebagai Kaisar, dan Ki Agung Raden Rangga Sasana sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire.

Dalam gelar ungkap kasus itu, hanya dua tersangka yang dihadirkan dan mengenakan baju tahan Polda Jabar, mereka ialah Nasri Bank dan Ratna Ningrum.

"Satu tersangka lagi, yaitu Rangga telah dijemput dari Bekasi dan sedang menuju ke sini (Polda Jawa Barat)," ucap dia.

 Baca juga: Polri Gelar Perkara untuk Tentukan Status Hukum Sunda Empire

Tersangka Nasri dan Ratna diketahui merupakan pasangan suami istri yang berdomisili di Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung. Sedangkan tersangka Ranggasasana merupakan warga domisili Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten.

Erlangga mengatakan, pengusutan kasus tersebut diawali dari adanya laporan dari budayawan yang merupakan Ketua Majelis Adat Sunda, Ari Mulia. Sejumlah saksi ahli dari budayawan dan sejarawan juga dilibatkan dalam pemeriksaan terhadap kelompok Sunda Empire. Akhirnya polisi menetapkan ketiga orang itu sebagai tersangka.

Adapun sejumlah barang bukti satu lembar sisilah kerajaan Sunda Empire, suart owrnyataan Sunda Empire, selembar pengambilan sumpah Sunda Empire, selembar bukti deposito bank UBS, dan selembar setoran tunai bank.

Polisi menjerat ketiganya dengan Pasal 14 dan atau 15 undang-undang RI Nomor 1 tahun 1946, dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 10 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini