nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Mampu Bayar, Penumpang Bunuh Sopir Taksi Online

iNews TV, Jurnalis · Rabu 29 Januari 2020 13:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 01 29 525 2160027 tak-mampu-bayar-penumpang-bunuh-sopir-taksi-online-Ub6ACQWWuc.PNG (Foto: tangkapan layar tayangan iNews TV)

SUBANG – Gunawan (26), pelaku pembunuhan terhadap pengemudi taksi online di Subang, Jawa Barat berhasil ditangkap. Pelaku yang tak sanggup membayar ongkos taksi lantas menghabisi nyawa korban.

Warga Serang, Banten itu berhasil diciduk di tempat persembuyiannya di Garut, Jawa Barat. Korban diciduk saat menjual mobil milik korban ke seorang penadah di Garut.

Kasus pembunuhan ini terungkap saat seorang pengemudi taksi online ditemukan tewas dengan luka tusukan di leher di pinggir Jalan Subang-Bandung di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Subang pada Selasa 21 Januari 2020 pagi.

Menurut Kapolres Subang, AKBP Teddy Fanani, pelaku memesan taksi online dengan tujuan Subang-Padalarang untuk menagih utang kepada temannya. Namun saat di lokasi tujuan, pelaku gagal menagih utang karena tidak bertemu dengan temannya.

Pelaku akhirnya kembali ke Subang dengan taksi online yang sama. Namun saat sampai Subang, pelaku tidak sanggup membayar ongkos dan terjadi cekcok hingga pembunuhan terjadi.

(Foto: iNews TV)

Setelah membunuh korban, pelaku langsung membuang mayat korban di lokasi penemuan korban.

"Setelah terjadi pembunuhan, (mayat) korban dinaikkan ke mobil korban sendiri, di bagian kiri depan, lalu dibuang ke pinggir jalan," ujar Teddy Fanani di iNews TV.

Menurut pelaku, dirinya harus membayar ongkos pulang-pergi sebesar Rp720 ribu. Karena tidak mempunyai uang, pelaku sempat menawarkan membayar menggunakan ponsel miliknya. Namun korban menolak dan sempat terjadi adu mulut hingga pelaku menusuk korban menggunakan pisau.

Pelaku terjerat Pasal tentang Pembunuhan dan atau Pencurian dengan Kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal15 tahun penjara. Sementara pelaku penadah terjerat Pasal tentang Tindak Pidana Penadahan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini