nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketentuan Brexit Disetujui, Inggris Keluar dari Uni Eropa pada 31 Januari

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 09:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 30 18 2160467 ketentuan-brexit-disetujui-inggris-keluar-dari-uni-eropa-pada-31-januari-7AUNUrSK9h.jpg Foto: Reuters.

BRUSSELS - Anggota Parlemen Eropa (APE) memberi dukungan besar bagi syarat-syarat keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE) atau yang dikenal dengan nama Brexit. Perjanjian Penarikan Brexit yang dibahas di Brussels diratifikasi APE dengan perbedaan suara yang mencolok yakni 621 berbanding 49, pada Rabu, 29 Januari 2020.

Setelah pemungutan suara, anggota parlemen menandai keluarnya Inggris dari blok ekonomi Benua Biru itu dengan menyanyikan “Auld Lang Syne”. Inggris akan secara resmi meninggalkan UE pada Jumat, 31 Januari pukul 23.00 waktu median Greenwinch (GMT), demikian diwartakan BBC, Kamis (30/1/2020).

BACA JUGA: Partai PM Inggris Menang Pemilu, Rencana Brexit Kian Terwujud

Beberapa anggota parlemen Inggris mengatakan mereka berharap negaranya suatu hari nanti kembali ke UE.

Ratifikasi perjanjian penarikan, yang disetujui Inggris dan UE pada Oktober 2019, hampir dipastikan akan disahkan setelah dengan mudah lolos dari tahap komite pekan lalu.

Surat yang menegaskan persetujuan UE atas keluarnya Inggris ditandatangani Presiden Parlemen, David Sassoli.

"Anda meninggalkan Uni Eropa, tetapi Anda akan selalu menjadi bagian dari Eropa. Sangat sulit untuk mengucapkan selamat tinggal. Itulah sebabnya, seperti kolega saya, saya akan mengatakan arrivederci," ujarnya.

BACA JUGA: 10 Fakta tentang Brexit, Dampak dan Pengaruhnya

Nada positif juga disampaikan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Ia mengatakan ratifikasi kesepakatan penarikan itu adalah "hanya langkah pertama" menuju kemitraan baru antara UE dan Inggris.

Dia menambahkan, kedua pihak harus bekerja sama di bidang-bidang seperti perubahan iklim, katanya, dan mencari kemitraan yang dekat setelah keluarnya Inggris pada Jumat.

"Kami akan selalu mencintai Anda dan kami tidak akan jauh," katanya kepada Inggris sebagai penutup.

Negosiator Brexit untuk UE, Michel Barnier, juga menyampaikan harapan baik untuk Inggris dengan mengatakan blok ekonomi itu akan melihat pembicaraan mengenai hubungan masa depan kedua pihak dengan "kesabaran" dan "objektivitas" sambil membela kepentingan anggotanya.

Setelah Inggris keluar, akan ada periode transisi selama 11 bulan. Kedua belah pihak berharap untuk menegosiasikan hubungan ekonomi masa depan mereka. Selama periode ini, Inggris akan tetap mengikuti aturan UE.

Pembicaraan perdagangan diharapkan dimulai awal Maret. Parlemen Eropa juga akan mendapat suara dalam meratifikasi setiap kesepakatan perdagangan di masa depan.

Inggris bersikeras perundingan tidak boleh melampaui 31 Desember 2020 ketika periode transisi berakhir.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini