Peristiwa aksi “Ayah Super”, itu terjadi di stasiun kereta api Kota Ismailia pada Senin 27 Januari 2020.
"Gadis itu berjalan di rel kereta. Tiba-tiba, kereta barang membunyikan sirene-nya, membuat gadis itu bingung lalu jatuh dari peron, setengah tak sadar," kata Ala Ebrahim saksi mata lainnya.
"Pada saat itu, ayahnya memutuskan untuk mengorbankan dirinya untuk menyelamatkannya. Dia melompat [dari peron] mengabaikan teriakan orang-orang yang meminta dia naik, karena kereta semakin dekat. Kami terus berdoa kepada Tuhan untuk mereka," tambah Ebrahim.
معجزه حصلت انهارده في الإسماعيلية
— JEMOVIĆ (@gemym7) January 27, 2020
بنت كانت مع ابوها في المحطة و اتكعبلت وقعت تحت القطر مباشره و هو معدي
ابوها نط وراها وشدها وفضل حاضنها ييجي دقيقه و القطر معدي فوقيهم ..! سبحان الله طلعوا الاتنين بعد ما القطر عدي بالسلامه
ربنا يحرم علي أهالينا النار بحق حبهم و تضحيتهم لينا .. pic.twitter.com/3uCkfW5skg
Sementara sang ayah dipuji atas tindakannya, seorang pejabat di stasiun kereta api Ismailia menjulukinya sebagai "ayah yang lalai".