nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korupsi Bapelkes KS, Dirut Bahari Divonis 9 Tahun Penjara

Rasyid Ridho , Jurnalis · Kamis 30 Januari 2020 21:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 01 30 340 2160940 korupsi-bapelkes-ks-dirut-bahari-divonis-9-tahun-penjara-bTutKj3UoX.jpg Dirut Bahari Megamas Andi Gouw divonis 9 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Serang (Foto: Rasyid Ridho)

SERANG - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Serang memvonis Direktur PT Bahari Megamas Andi Gouw hukuman 9 tahun penjara. Selain itu, ia diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp23 miliar.

Andi Gouw terbukti secara sah dan meyakinkan secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi penggunaan dana Program Kesehatan Pensiunan (Prokespen) pada Yayasan Badan Pengelolaan Kesejahteraan PT Krakatau Steel (Bapelkes KS) tahun 2013-2014 yang merugikan negara senilai Rp25 miliar.

Andi Gouw divonis bersalah melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Andi Gouw sembilan tahun dan denda Rp250 juta," kata Ketua Majelis Hakim Emy Tjahjani Widiastoeti saat membacakan amar putusan, Kamis (30/1/2020).

Baca Juga:  9 Perempuan Cantik yang Dipenjara karena Korupsi di Indonesia

Andi juga dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp23 miliar. Apabila uang pengganti tidak dibayarkan dalam waktu 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap maka harta bendanya disita.

 Ilustrasi

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diberikan jaksa sebelumnya. Di mana Andi dituntut 13 tahun penjara denda Rp500 juta dan uang pengganti Rp25 miliar.

"Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Hal meringankan, terdakwa bersikap sopan selama persidangan," ujar Emy.

Baca Juga: Korupsi Tanah Kuburan, Wabup OKU Sumsel Jadi Tersangka

Kasus ini bermula saat PT Bahari Megamas menjalin kerjasama operasional (KSO) dengan Yayasan Bapelkes KS pada 2013-2014 senilai Rp69 miliar lebih. KSO itu dipergunakan untuk pembiayaan perdagangan batubara. Namun, hingga akhir perjanjian PT Bahari Megamas belum mengembalikan dana ke Yayasan Bapelkes senilai Rp25 miliar lebih.

Selain itu, KSO tersebut bertentangan dengan Surat Keputusan Pembina Yayasan Bapelkes KS Nomor: 14/P-BKS/Kpts/2012 tentang Arahan Investasi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini