Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mengapa Kemunculan Kerajaan Palsu Dipercaya Masyarakat?

Achmad Fardiansyah , Jurnalis-Jum'at, 31 Januari 2020 |06:34 WIB
Mengapa Kemunculan Kerajaan Palsu Dipercaya Masyarakat?
(Foto : Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Sosiolog Musni Umar menilai kemunculannya kerajaan- kerajaan fiktif yang dapat menyita perhatian masyakat akhir-akhir ini bisa dipercaya masyarakat karena banyak sebab. Salah satunya karena adanya ketidakpuasan pada sistem demokrasi di Indonesia.

“Boleh jadi di dalam kehidupan masa kerajaan dipikir tidak seperti sekarang. Ada kejujuran, ada keterbukaan, dan tidak ada politik melahalkan segala cara dengan menggunakan uang,” katanya kepada Okezone, Jumat (31/1/2020).

Menurut Musni yang juga seorang Rektor di Universitas Ibnu Khaldun ini, selain kritikan masyarakat terhadap sistem demokrasi yang tidak dapat menjawab persoalannya, kemunculan kerajaan ini juga bermotif ekonomi, sehingga para pendiri kerajaan palsu ini dapat merauk keuntungan dari masyarakat yang merindukan sebuah sistem yang dianggap lebih baik dari pemerintah yang sah saat ini.

“Jadi pemicunya adanya ketidakpuasan dari keadaan seperti ini, tidak terlepas masalah-masalah sosial ekonomi yang tidak membaik. Nilai demokrasi tidak bisa menghadirkan suatu keadaan yang lebih baik,” ungkapnya.

Musni mengatakan para raja palsu itu memberikan iming-iming kepada masyrakat. Rayuan itu pun membuat masyarakat yang sudah merasa bosan dengan keadaan yang dialaminya, maka tawaran tersebut dengan mudah menipunya.

“Tentu para pendiri kerajaan itu motifnya ekonomi, kan mereka melihat bahwa masyarakat itu kalau kita munculkan kerajaan akan mendapatkan apresiasi. Otomatis mereka rela mengeluarkan sebagian hartanya, karena merasa lebih menjanjikan lebih baik hidup. Padahal janji itu hanya isapan jempol belaka,” tuturnya.

Baca Juga : Hasil Lab Menunjukkan Penerjemah di Sulut Dinyatakan Negatif Virus Korona

Untuk diketahui, Keraton Agung Sejagat dan Sunda Empire runtuh dan para pendirinya ditangkap polisi karena telah melakukan penipuan terhadap para pengikutnya dengan cara meminta iuran bulanan.

Setelah dua kerajaan abal-abal itu resmi dipolisikan, kini muncul kembali kerajaan yang bernama Kerajaan King Of The King. Kerajaan ini mengklaim memiliki aset yang dapat melunasi utang Indonesia.

(Angkasa Yudhistira)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement