nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Selundupkan 50 Kg Ganja, Warga Malang Divonis Hukuman Mati

Jum'at 31 Januari 2020 17:05 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 01 31 512 2161374 selundupkan-50-kg-ganja-warga-malang-divonis-hukuman-mati-YQWuofzAsZ.jpg Barang bukti 50 Kg ganja. (Foto: Solopos.com/Nicolous Irawan)

SOLO - Seorang warga Malang, AA (45) divonis hukuman mati lantaran tertangkap menyelundupkan 50 Kilogram ganja dari Sumatera ke Jawa Timur (Jatim). Vonis dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Solo yang diketuai Krosbin Lumban Gaol pada Selasa 28 Januari 2020.

AA terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum menerima narkotika golongan I. AA yang merupakan residivis kasus penggunaan Narkotika dinyatakan bersalah karena membawa 50 Kg ganja.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo, AKBP Ridho Wahyudi, dalam rilis yang diterima Solopos.com, Jumat (31/1/2020), mengatakan AA menjadi perantara dalam jual beli Narkotika golongan I sebagaimana dalam surat dakwaan primer.

Terdakwa sebelumnya ditangkap Tim Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Solo dan BNN Provinsi Jawa Tengah pada Selasa 12 September 2019 di dalam bus di depan Pasar Ngudi Rejeki Gilingan, Banjarsari, Solo.

Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

“Dia ditangkap dengan barang bukti dua koper besar berisi 50 bungkus plastik hitam dibalut lakban warna cokelat berisi Narkotika jenis ganja dengan berat bersih 48,113 Kilogram, serta tiga kertas bungkus batang rokok berisi plastik klip transparan yang berisi serbuk kristal warna putih Narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,6 gram,” ujar Ridho.

Penangkapan itu berawal dari informasi masyarakat tentang penyelundupan Narkotika jenis ganja ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada awal September 2019. Penyelundupan dalam jumlah besar tersebut dilakukan jaringan Sumatera-Jawa. Modusnya dengan memasukkan barang haram ke dalam koper dan dibawa menggunakan bus antarkota antarprovinsi dari Pelabuhan Merak melalui jalur tol lintas Jawa.

“Terdakwa kedapatan membawa barang bukti ganja tersebut menggunakan bus antarkota antarprovinsi dari Cilegon, Jawa Barat, dengan tujuan Jawa Timur. Dia kemudian dituntut dengan Pasal Primer 114 Ayat (2) subsider Pasal 112 Ayat (1) lebih subsider Pasal 111 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” tandas Ridho.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Senin 16 September 2019, BNN Kota Solo menggagalkan pengiriman narkotika jenis ganja seberat 50 Kg yang akan dikirim ke Nganjuk, Jawa Timur. Ganja itu hendak dikirim melalui Pangkalan Bus Rosalia Indah, Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis 12 September 2019.

Pengirim ganja tersebut, AA, warga Kabupaten Malang, Jatim, terancam hukuman seumur hidup. Anang Arif sudah dipantau BNN Kota Solo bersama BNN Provinsi Jawa Tengah (Jateng) sejak awal September.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini