Pengakuan Ketua RW tentang Sosok Penghina Wali Kota Surabaya

Putra Ramadhani Astyawan, Okezone · Minggu 02 Februari 2020 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 02 519 2162152 pengakuan-ketua-rw-tentang-sosok-penghina-wali-kota-surabaya-D7HsrCPj8x.JPG Ketua RW 16 Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Priyono (Foto: Okezone.com/Putra Ramadhani Astyawan)

BOGOR - Polisi menangkap Zikria Dzatil, yang diduga telah melakukan ujaran kebencian (hate speech) dan penghinaan terhadap Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Zikria ditangkap di rumahnya di Perumahan Mutiara Bogor Raya, RT 04/RW 16, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor.

Menurut Ketua RW setempat, Priyono, dirinya mengaku tidak menyangka ada warganya yang terlibat kasus hukum. Ia baru mengetahui hal tersebut saat penangkapan oleh polisi pada Jumat, 31 Januari 2020 malam.

"(Jumat) malam itu ada petugas yang datang ada dari Surabaya, Jakarta sama Kota Bogor. Ternyata setelag diberi penjelasan itu ada kasus yang kaitanya dengan penggunaan bahasa di medsos. Isinya seperti apa, kejadian bagaimana kita enggak tahu awalnya. Baru tahunya pas kejadian malam itu (penangkapan)," kata Priyono, saat ditemui Okezone di kediamannya, Minggu (2/2/2020).

Rumah Penghina Tri Rismaharini

Rumah Zikria Dzatil (Foto: Okezone/Putra RA)

Priyono mengatakan, Zikria dikenal sebagai ibu rumah tangga yang baik dan cukup bergaul. Zikria, lanjut Priyono, sudah tinggal di rumah tersebut selama empat tahun bersama suami dan tiga orang anaknya.

"Dia cukup lama juga ya di sini, awalnya ngontrak terus dibeli (rumahnya). Setahu saya ini dia punya anak kecil satu, sama dua lagi yang besar. Kala suaminya itu sering berkegiatan di luar, jadi enggak setiap hari di rumah. Orangnya biasa aja kok, ada kegiatan lingkungan terlibat bapaknya juga sering salat jamaah di masjid. Biasa aja orangnya," terang Priyono.

Selama tinggal di lingkunganya, Zikira pun tidak menunjukkan sesuatu atau perilaku yang menjurus kepada pengikut kelompok maupun partai tertentu. Oleh karena itu, warga termasuk dirinya sangat terkejut atas kasus yang menimpa Zikria.

Ujaran kebencian

Ujaran kebencian oleh akun Zikria Dzatil (Foto: Ist)

"Kalau orang partai kan menunjuka hal tertentu, pamflet atau apa lah itu tidak ada. Kampanye soal salah satu warna juga tidak. Pokoknya saya secara pribadi tidak pernah menjurus kemana-mana tapi enggak tahu kalau ke teman yang lain," tambahnya.

Saat ini, rumah Zikria pun nampak tidak ada aktivitas berarti. Pintu pagar pun tertutup dan hanya terdapat asisten rumah tangga yang berada di dalam rumah.

"Sekarang kosong (ruma Zikria), cuma bibinya bersih-bersih rumah aja yang jendela buka tadi," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini