nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Misteri Kehidupan Ribuan Tahun Lalu di Gunung Lawu Mulai Terungkap

Bramantyo, Jurnalis · Senin 03 Februari 2020 04:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 03 512 2162270 misteri-kehidupan-ribuan-tahun-lalu-di-gunung-lawu-mulai-terungkap-x7PTl79l1g.jpg Penampakan Umpak (Foto: Ist)

KARANGANYAR - Misteri adannya kehidupan di lereng Gunung Lawu ribuan tahun silam mulai terungkap. Adanya kehidupan di Gunung Lawu setelah Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) menemukan 21 titik yang diduga terdapat benda-benda yang bisa menjelaskan adanya kehidupan. 

Gunung Lawu memiliki ketinggian 3.265 meter. Di Kaki Gunung pemisah antara Jawa Tengah dan Timur ini sebelumnya banyak situs peninggalan peradaban masa lampau seperti situs Menggung, situs Planggatan, situs Watu Kandang.

Ditambah Candi Sukuh, Candi Cetho dan Candi Ketek. Kini, salah satu benda yang diduga berasal dari masa lampau, juga kembali ditemukan.

Benda tersebut adalah sebuah umpak. Ditemukan berada di wilayah hutan Agrasmanis, Jenawi, Karanganyar.

Dahulu kala, umpak di pakai sebagai pijakan tiang. Pada umpak ini terdapat ukiran yang cukup indah. Namun, hingga sekarang umpak tersebut belum terkuak misterinya.

 Gunung Lawu

Dewan Pemerhati Penyelamat Seni Budaya Indonesia (DPPSBI) Kusumo Putro mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi jika Tim BPCB Jawa Tengah akan turun ke lokasi untuk melihat langsung kondisi di lapangan.

Turunnya BPCB ke Gunung yang dahulunya bernama Wukirmahendra dan berjuluk gunung seribu ini, selain karena lembaganya secara resmi telah mendaftarkan Gunung Lawu sebagai lanscape cagar budaya di BPCB Jawa Tengah pada 2017 lalu.

Juga banyak sekali peninggalan masa lampau yang belum terdata lengkap. Hasil penelusuran dan informasi dari berbagai pihak banyak benda-benda bersejarah yang menunjukan dulunya ada kehidupan di lereng Gunung Lawu yang masih tersimpan dan belum terpublikasi.

"Dari catatan BPCP Jateng, di kawasan lereng Gunung Lawu terdapat 21 peninggalan yang diduga cagar budaya,"papar Kusumo pada Okezone, Minggu (2/2/2020).

Baca Juga: Satukan Barongsai & Tumpeng Jawa Jadi Potret Kerukunan di Panggung Lor 

Kepedulian dirinya terhadap Gunung Lawu, tak hanya karena Gunung ini dipercaya masyarakat Jawa sebagai pakunya pulau Jawa, beragam kekayaan alam berupa tanaman dan juga hewan, terdapat di Gunung Lawu.

"Kami peduli peninggalan kejayaan masa lalu yang bisa menyibak tabir sejarah tanah Jawa. Agar kelestarian alam juga situs dan budaya yang ada di Lawu tidak hilang,” ujar Kusumo.

Jejak keberadaan situs-situs yang terdeteksi oleh BPCB itu, ungkap Kusumo, kini terancam dengan fenomena pembangunan lokasi wisata, restoran dan hotel di kawasan lereng Lawu.

Apalagi, pembangunan lokasi wisata saat tak hanya berada di kaki Gunung Lawu. Namun, pembangunan lokasi wisata sudah merambah ke bagian tubuh Gunung Lawu.

"Kondisi Gunung Lawu kini sudah sangat memprihatikan. Pembangunan lokasi wisata baru tak hanya di lereng Gunung, tapi sudah merambah naik ke tubuh Gunung," ujarnya.

Padahal, dengan sudah didaftarkannya Gunung Lawu oleh DPPSBI sebagai Lanscap Cagar Budaya maka Gunung Lawu harus diperlakukan sebagai Cagar Budaya sesuai dengan Pasal 31 Nomor 5 Undang-Undang Negara Republik Indonesia.

"Penyelamatan sejarah dan situs cagar budaya merupakan penghormatan. Dan ini perintah konstitusi. Apalagi, sejarah dan situs cagar budaya adalah saksi peradaban bangsa, maka kita wajib menjaga dan melestarikannya," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini